Konflik Timur Tengah Memanas, PSSI Kaji Ulang Laga Timnas Indonesia Vs Yordania demi Keselamatan Pemain

Memuat berita

Football

Konflik Timur Tengah Memanas, PSSI Kaji Ulang Laga Timnas Indonesia Vs Yordania demi Keselamatan Pemain

Fazlur Rahman · 19 Oktober 2026 · 11:39 WIB · 2 dibaca
Konflik Timur Tengah Memanas, PSSI Kaji Ulang Laga Timnas Indonesia Vs Yordania demi Keselamatan Pemain

Foto: Tribunnews

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tengah meninjau ulang rencana pertandingan uji coba Timnas Indonesia melawan Yordania yang dijadwalkan berlangsung pada 13 November 2026 di Stadion Internasional Amman, Yordania. Langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah, termasuk laporan serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa keselamatan pemain dan tim pelatih menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kelanjutan agenda pertandingan tersebut. PSSI kini membuka ruang negosiasi dengan pihak terkait untuk mengevaluasi lokasi pertandingan maupun kemungkinan perubahan rencana jika situasi keamanan dinilai tidak memungkinkan.

Erick menyampaikan bahwa kondisi di Timur Tengah saat ini cukup mengkhawatirkan. Karena itu, federasi tidak ingin memaksakan pertandingan di lokasi yang berpotensi menimbulkan risiko bagi skuad Garuda. Menurutnya, keputusan akhir akan mempertimbangkan perkembangan situasi serta kepastian jaminan keamanan dari negara yang menjadi tuan rumah.

“Ada beberapa negosiasi, opsi, apakah Timur Tengah yang sudah menjadi opsi utama kita akan revisi karena situasi. Kan ini panas, kemarin ada serangan dan macam-macam, prihatin,” kata Erick saat memberikan keterangan kepada awak media di Solo, Senin (12/10/2026). 

Ia menambahkan, PSSI masih menunggu perkembangan situasi sebelum menentukan langkah selanjutnya. Keselamatan para pemain dan pelatih, menurut Erick, tidak dapat dikompromikan hanya demi menjalankan agenda pertandingan sesuai jadwal.

Peninjauan ini dilakukan setelah muncul laporan mengenai serangan rudal dan drone di kawasan Arab Saudi yang berdampak pada operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Situasi tersebut menambah perhatian terhadap keamanan perjalanan udara dan penyelenggaraan kegiatan olahraga internasional di kawasan yang sedang mengalami peningkatan ketegangan.

Meski demikian, belum ada keputusan final bahwa pertandingan melawan Yordania akan dibatalkan atau dipindahkan ke negara lain. PSSI masih melakukan komunikasi dan negosiasi dengan pihak-pihak terkait untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi keamanan menjelang FIFA Matchday November.

Pertandingan melawan Yordania merupakan bagian dari agenda persiapan Timnas Indonesia menghadapi Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Melalui laga uji coba internasional, tim pelatih ingin mengukur kemampuan pemain saat menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda sekaligus mematangkan strategi sebelum turnamen resmi berlangsung.

Yordania dipilih sebagai salah satu calon lawan karena memiliki pengalaman bersaing di level sepak bola Asia. Tim tersebut juga dijadwalkan tampil pada Piala Asia 2027 dan tengah mempersiapkan diri menghadapi turnamen tersebut. Pertemuan dengan Yordania diharapkan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menguji kesiapan tim dalam menghadapi lawan yang memiliki intensitas permainan dan pendekatan taktik berbeda.

Selain pertandingan melawan Yordania, Timnas Indonesia juga direncanakan menjalani satu laga uji coba lain di kawasan Timur Tengah pada periode FIFA Matchday November. Namun, identitas lawan kedua dan kepastian lokasi pertandingan masih menunggu perkembangan serta pengumuman resmi dari PSSI.

FIFA Matchday November 2026 berlangsung pada 9–17 November. Periode tersebut menjadi kesempatan penting bagi tim nasional untuk memainkan pertandingan internasional dan mematangkan persiapan sebelum Piala Asia 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada Januari mendatang.

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman sebelumnya menginginkan pertandingan tandang di kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari persiapan menuju turnamen tersebut. Selain menghadapi lawan dengan karakter sepak bola regional, laga tandang juga dapat memberikan pengalaman mengenai perjalanan panjang, adaptasi terhadap lingkungan, kondisi cuaca, serta pengelolaan fisik pemain.

Namun, rencana tersebut kini harus mempertimbangkan faktor keamanan yang berkembang di luar lapangan. PSSI perlu memastikan bahwa perjalanan, akomodasi, lokasi pertandingan, dan seluruh rangkaian kegiatan tim dapat berlangsung dengan aman sebelum mengambil keputusan akhir.

Jika situasi di Timur Tengah belum memungkinkan, PSSI membuka kemungkinan mencari lawan tanding alternatif di negara lain. Erick mengakui bahwa perubahan rencana dalam waktu yang relatif singkat bukan perkara mudah, terutama karena jadwal FIFA Matchday sudah semakin dekat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dibandingkan memaksakan pertandingan di lokasi yang berisiko.

PSSI juga perlu mempertimbangkan kualitas lawan pengganti agar tujuan persiapan menuju Piala Asia tetap tercapai. Perubahan lokasi maupun lawan diharapkan tidak mengurangi manfaat pertandingan bagi tim pelatih dalam mengevaluasi komposisi pemain, organisasi permainan, dan efektivitas strategi.

Keputusan mengenai kelanjutan laga Timnas Indonesia melawan Yordania masih menunggu hasil komunikasi dan evaluasi keamanan. PSSI diharapkan segera memberikan kepastian agar tim pelatih, pemain, dan seluruh pihak yang terlibat dapat menyesuaikan persiapan secara terencana.

Di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, langkah PSSI meninjau ulang agenda pertandingan menunjukkan bahwa penyelenggaraan sepak bola internasional tidak hanya bergantung pada kesiapan teknis di lapangan. Keamanan perjalanan dan perlindungan seluruh anggota tim juga menjadi faktor penting dalam menentukan apakah sebuah pertandingan dapat berlangsung sesuai rencana.

Bagi Timnas Indonesia, tujuan utama FIFA Matchday November tetap mempersiapkan skuad menghadapi Piala Asia 2027. Namun, PSSI menegaskan bahwa upaya meningkatkan kualitas permainan harus berjalan seiring dengan jaminan keselamatan bagi para pemain dan pelatih.