10 Negara Bantu Indonesia Atasi Karhutla, 36 Helikopter Dikerahkan untuk Pemadaman dari Udara

Memuat berita

Nasional

10 Negara Bantu Indonesia Atasi Karhutla, 36 Helikopter Dikerahkan untuk Pemadaman dari Udara

Devi Sry Atmaja · 01 September 2026 · 22:22 WIB · 4 dibaca
10 Negara Bantu Indonesia Atasi Karhutla, 36 Helikopter Dikerahkan untuk Pemadaman dari Udara

Foto: Antara/Irfan Sumanjaya

Indonesia mendapat bantuan internasional untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah. Sedikitnya 10 negara, termasuk Rusia dan Amerika Serikat, ikut terlibat dalam upaya penanganan karhutla dengan mengerahkan total 36 helikopter untuk mendukung pemadaman dari udara. Bantuan tersebut menjadi bagian dari kerja sama internasional untuk mempercepat penanganan kebakaran yang terjadi di sejumlah daerah. Dukungan dari negara-negara sahabat diharapkan dapat membantu Indonesia mengendalikan titik-titik kebakaran, mencegah api meluas, sekaligus mengurangi dampak terhadap masyarakat dan lingkungan.

Penggunaan helikopter menjadi salah satu strategi penting dalam menghadapi karhutla, terutama di wilayah yang memiliki medan sulit dijangkau melalui jalur darat. Dari udara, pemadaman dapat dilakukan dengan menjangkau titik api yang berada di kawasan hutan atau lahan dengan akses terbatas. Total 36 helikopter yang dikerahkan akan mendukung operasi pemadaman dari udara di sejumlah wilayah terdampak. Pesawat rotary-wing tersebut dapat digunakan untuk menjatuhkan air ke titik-titik api serta membantu mempercepat proses pengendalian kebakaran.

Keterlibatan Rusia dan Amerika Serikat dalam operasi tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla Indonesia mendapatkan dukungan dari sejumlah negara. Selain kedua negara tersebut, delapan negara lainnya juga ikut memberikan bantuan dalam upaya pemadaman. Kerja sama lintas negara ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas Indonesia dalam menghadapi karhutla, khususnya ketika kebakaran terjadi secara bersamaan di berbagai wilayah. Dukungan internasional juga diharapkan dapat membantu pemerintah mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di lapangan.

Penanganan dari udara memiliki peran penting ketika kobaran api sulit dikendalikan hanya dengan pengerahan personel dan kendaraan pemadam dari darat. Helikopter memungkinkan petugas menjangkau area yang terisolasi sekaligus membantu menghambat penyebaran api menuju kawasan yang lebih luas. Selain memadamkan api, operasi tersebut juga bertujuan mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar. Karhutla yang tidak segera dikendalikan dapat menyebar ke permukiman maupun kawasan dengan nilai ekologis tinggi dan berpotensi menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Aspek lingkungan juga menjadi perhatian dalam penanganan karhutla. Kebakaran hutan dan lahan dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, mengancam keanekaragaman hayati, serta meningkatkan emisi karbon. Karena itu, upaya mempercepat pemadaman menjadi bagian penting untuk membatasi dampak yang ditimbulkan.

Pemerintah Indonesia bersama negara-negara yang memberikan bantuan kini berupaya mengoptimalkan koordinasi dalam operasi pemadaman. Pengerahan armada udara diharapkan dapat mempercepat pengendalian kebakaran di wilayah-wilayah yang membutuhkan penanganan.

Kolaborasi internasional tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan karhutla membutuhkan respons yang kuat dan terkoordinasi. Dengan dukungan 36 helikopter dan sumber daya dari negara-negara mitra, Indonesia diharapkan dapat menekan penyebaran api serta melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran yang lebih luas.