Di Balik Nama Tiggi Band, Ada Cerita dan Warna Musik yang Layak Diulik
Belum banyak yang mengenal nama Tiggi Band. Namun justru di situlah letak menariknya. Di antara banyaknya warna dan genre musik yang jadi tren saat ini, band ini memilih berjalan dengan karakternya sendiri dan menghadirkan karya yang Anti-mainstream. Dari nuansa pantai yang santai hingga cerita masa kecil yang bisa bikin pendengar throwback
kenangan masa lalu, Tiggi Band coba menawarkan experience ke pendengar musik yang membuat penasaran: sebenarnya seperti apa warna musik mereka?
Di tengah dinamika industri musik yang terus berkembang, Tiggi Band perlahan membangun identitasnya lewat karya-karya yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kehadiran Chocha Pariz sebagai gitaris sekaligus vokalis serta Andreas Ponda pada saxophone memberikan warna tersendiri dalam setiap karya yang mereka hadirkan.
Tidak hanya menghadirkan musik yang easy listening, grup ini juga dikenal konsisten membawa cerita, suasana, dan perasaan yang mudah terhubung dengan pendengarnya.
Tiggi Band menghadirkan karakter musik yang cukup unik. Dalam beberapa karyanya, mereka mampu memadukan nuansa reggae modern, tropical vibes, hingga lirik nostalgia yang bikin ngena. Hasilnya bukan sekadar lagu yang enak didengar, tetapi juga mampu membawa pendengar masuk ke dalam cerita yang mereka bangun. Perpaduan aransemen dengan tema-tema yang dekat dengan keseharian seolah mengajak pendengar ikut menyelami setiap momen yang diceritakan.
Salah satu karya yang menarik perhatian adalah “Drinking Coconut In The Sand”, lagu bernuansa tropical reggae yang menghadirkan suasana santai layaknya menikmati senja di tepi pantai. Tak berhenti di sana, Tiggi Band kembali menunjukkan sisi berbeda melalui single “Waktu yang Telah Berlalu”. Berbeda dari karya sebelumnya, lagu ini membawa pendengar kembali ke masa kecil lewat cerita sederhana yang kini justru paling dirindukan. Mulai dari bermain sepeda keliling gang, menonton kartun di televisi tabung, hingga pulang disore hari setelah dipanggil orang tua, mengingatkan momen yang coba dihidupkan kembali melalui lirik dan aransemen musik.
Kemampuan Tiggi Band dalam mengangkat tema-tema sederhana menjadi kekuatan tersendiri. Tiggi Band memilih menyampaikan musiknya secara apa adanya, namun justru berhasil menciptakan lagu-lagu yang terasa personal dan dekat dengan pengalaman banyak orang. Hal inilah yang membuat karya mereka membangun identitas musikal yang kuat dan autentik.
Dengan pendekatan musik yang konsisten, identitas yang kuat, serta tema yang dekat dengan kehidupan, Tiggi Band menjadi salah satu grup yang menarik untuk diikuti perkembangannya. Melalui kanal YouTube mereka, Tiggi Band terus membagikan karya-karya yang memperlihatkan warna musik serta karakter yang mereka bangun. Dalam kurun waktu sekitar satu bulan, Tiggi Band telah merilis 21 lagu melalui kanal YouTube mereka, Dari nuansa reggae tropis hingga lagu penuh nostalgia, setiap rilisan menghadirkan experience berbeda, memperkuat alasan mengapa perjalanan musik Tiggi Band layak untuk terus dinantikan.