Antrean Pertalite Berujung Duel Parang di SPBU Wajo, Petugas dan Pengendara Terlibat Keributan

Memuat berita

Nasional

Antrean Pertalite Berujung Duel Parang di SPBU Wajo, Petugas dan Pengendara Terlibat Keributan

Fazlur Rahman · 26 Agustus 2026 · 23:01 WIB · 2 dibaca
Antrean Pertalite Berujung Duel Parang di SPBU Wajo, Petugas dan Pengendara Terlibat Keributan

Foto: Herald Sulsel

Keributan di antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sebuah SPBU di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, berujung aksi saling serang menggunakan parang. Peristiwa tersebut kemudian viral di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Insiden itu terjadi di SPBU Amessangeng yang berada di Jalan Sawerigading, Sengkang, Kabupaten Wajo. Keributan melibatkan seorang petugas SPBU dan seorang pengendara sepeda motor.

Berdasarkan informasi yang beredar, persoalan bermula ketika pengendara hendak membeli Pertalite. Namun, permintaannya disebut ditolak petugas karena pengendara tersebut diduga tidak mengikuti antrean yang telah ditentukan.

Penolakan tersebut kemudian memicu cekcok antara pengendara dan petugas. Perselisihan yang awalnya terjadi secara verbal semakin memanas hingga kedua pihak disebut mengeluarkan senjata tajam berupa parang.

Keduanya kemudian terlibat duel dan saling menyerang. Aksi tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial.

Keributan di area SPBU tersebut menjadi perhatian karena terjadi di tengah aktivitas pengisian BBM yang melibatkan banyak masyarakat. Keberadaan senjata tajam dalam perselisihan juga berpotensi membahayakan pengendara lain maupun petugas yang berada di sekitar lokasi.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian. Sejumlah saksi disebut tengah diperiksa untuk mengetahui secara pasti bagaimana perselisihan tersebut bermula hingga berkembang menjadi aksi saling serang.

Polisi juga perlu memastikan rangkaian kejadian secara utuh, termasuk tindakan masing-masing pihak sebelum dan ketika duel terjadi. Hal tersebut penting untuk menentukan langkah hukum berdasarkan fakta dan keterangan para saksi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan antrean di fasilitas publik dapat dengan cepat berkembang menjadi konflik apabila tidak diselesaikan secara tenang. Terlebih, SPBU merupakan lokasi yang membutuhkan tingkat keamanan tinggi karena terdapat bahan bakar yang mudah terbakar.

Masyarakat yang berada di area SPBU juga diharapkan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu keributan atau membahayakan orang lain. Ketidaksepakatan mengenai antrean seharusnya dapat diselesaikan melalui petugas atau mekanisme yang tersedia tanpa melibatkan kekerasan.

Bagi pengelola SPBU, ketertiban antrean juga menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pelayanan. Petugas perlu memastikan aturan antrean diterapkan secara konsisten sekaligus mampu meredam potensi konflik dengan pengguna layanan.

Sementara itu, penyebaran video kejadian di media sosial membuat insiden tersebut dengan cepat diketahui masyarakat luas. Namun, publik tetap perlu menunggu hasil penyelidikan kepolisian sebelum menarik kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Polisi saat ini masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan kronologi serta latar belakang perselisihan. Penanganan perkara selanjutnya akan bergantung pada hasil pemeriksaan terhadap para pihak dan saksi.

Insiden duel parang di SPBU Wajo tersebut pada akhirnya menjadi pelajaran bahwa persoalan sederhana seperti antrean dapat berubah menjadi konflik serius apabila emosi tidak dikendalikan. Penegakan aturan dan penyelesaian perselisihan secara damai menjadi penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.