Atlet Pencak Silat Asal Lombok Azizah Viral karena Disebut Mirip Zendaya

Memuat berita

Nasional

Atlet Pencak Silat Asal Lombok Azizah Viral karena Disebut Mirip Zendaya

Rizqi Akbar Sadly · 14 Agustus 2026 · 12:08 WIB · 2 dibaca
Atlet Pencak Silat Asal Lombok Azizah Viral karena Disebut Mirip Zendaya

Foto: CNN

Atlet pencak silat sekaligus penari muda asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, Azizah, menjadi perhatian publik setelah kemiripan wajahnya dengan aktris Hollywood Zendaya ramai diperbincangkan di media sosial. Perbincangan tersebut muncul setelah sejumlah pengguna media sosial membandingkan penampilan Azizah dengan Zendaya, pemeran Michelle “MJ” Jones dalam film Spider-Man

Nama Azizah dikenal sebagai salah satu talenta muda asal Mataram, Lombok, yang aktif di dunia seni tari melalui kelompok Miracle Dancers. Sejumlah pemberitaan sebelumnya menyebut Azizah memiliki nama lengkap Nurul Azizah Syafitri dan telah menekuni dunia tari sejak usia dini. Ia bergabung dengan lingkungan Miracle Dancers ketika masih kecil dan kemudian berkembang sebagai salah satu penari muda yang aktif mengikuti berbagai kompetisi. Perjalanan tersebut membuat Azizah tidak hanya dikenal di lingkungan seni pertunjukan di Lombok, tetapi juga mulai mendapat perhatian dari publik yang lebih luas.

Perhatian terhadap Azizah belakangan meningkat setelah warganet menilai terdapat kemiripan antara wajahnya dan Zendaya. Perbandingan tersebut terutama muncul melalui unggahan serta pembahasan di media sosial yang menampilkan wajah Azizah dan aktris asal Amerika Serikat tersebut. Kemiripan fisik menjadi salah satu faktor yang membuat nama Azizah lebih banyak diperbincangkan di ruang digital. Meski demikian, sorotan tersebut merupakan bagian dari respons publik terhadap penampilan Azizah dan bukan menjadi ukuran atas prestasi yang telah diraihnya. Di sisi lain, perhatian tersebut turut membuka ruang bagi publik untuk mengenal lebih jauh latar belakang dan aktivitas Azizah.

Zendaya sendiri merupakan aktris yang dikenal luas melalui berbagai film, termasuk seri Spider-Man

Di luar aktivitas menari, Azizah juga diketahui menekuni pencak silat. Ketertarikannya terhadap bela diri menjadi bagian lain dari aktivitas fisiknya sejak usia muda. Salah satu pemberitaan mengenai Azizah menyebut dirinya telah mengikuti pertandingan pencak silat dan memperoleh sejumlah medali dari beberapa kompetisi. Ia disebut berlatih pencak silat di lingkungan Persaudaraan Setia Hati Terate atau PSHT. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa aktivitas Azizah tidak hanya berkaitan dengan seni pertunjukan, tetapi juga olahraga bela diri yang membutuhkan kekuatan fisik, teknik, konsentrasi, dan kedisiplinan.

Kemampuan di bidang pencak silat juga memiliki keterkaitan dengan aktivitas Azizah sebagai penari. Seni tari, khususnya pertunjukan yang melibatkan gerakan dinamis dan akrobatik, membutuhkan kebugaran, keseimbangan, koordinasi tubuh, serta kemampuan mengendalikan gerakan. Sejumlah informasi mengenai perjalanan Azizah menyebut ia kerap mendapat peran dalam gerakan akrobatik ketika tampil bersama kelompoknya. Kondisi tersebut membuat kemampuan fisik menjadi salah satu aspek penting dalam penampilannya di atas panggung. Kombinasi antara latihan tari dan bela diri turut membentuk kemampuan gerak yang menjadi bagian dari karakter penampilannya.

Dalam bidang tari, salah satu capaian penting Azizah bersama Miracle Dancers adalah keberhasilan meraih gelar juara pada World of Dance Indonesia 2024 kategori Junior. Informasi mengenai pencapaian tersebut juga diberitakan dalam laporan mengenai perjalanan Miracle Dancers Family yang berasal dari Lombok. Tim tersebut kemudian kembali meraih gelar juara World of Dance Indonesia pada kategori Junior dan melanjutkan kiprah mereka di kompetisi internasional. Prestasi itu menjadi bagian dari perjalanan kelompok tari yang secara konsisten mengembangkan kemampuan para penari muda dari Lombok.

World of Dance merupakan kompetisi tari yang memiliki rangkaian penyelenggaraan di berbagai negara sebelum para pemenang dari masing-masing wilayah dapat melanjutkan ke kompetisi tingkat dunia. Keikutsertaan dalam ajang tersebut memberikan pengalaman bagi para penari muda untuk berkompetisi dengan kelompok dari berbagai daerah maupun negara. Bagi Miracle Dancers Family, capaian di tingkat Indonesia menjadi salah satu pijakan untuk melanjutkan perjalanan ke tingkat internasional. Perjalanan tersebut juga memperlihatkan bahwa talenta seni dari daerah memiliki kesempatan untuk berkembang melalui kompetisi yang memiliki jangkauan lebih luas.

Azizah juga tercatat pernah tampil dalam sejumlah kegiatan di luar kompetisi tari. Berdasarkan informasi mengenai perjalanan kariernya, ia pernah mendapat kesempatan tampil dalam sejumlah acara berskala nasional dan internasional di Indonesia. Pada 2024, misalnya, Azizah disebut tampil sebagai bagian dari pertunjukan dalam rangkaian MotoGP Indonesia di Mandalika, Lombok. Ia juga pernah terlibat dalam penampilan yang berkaitan dengan kegiatan World Water Forum di Bali. Berbagai kesempatan tersebut memperluas pengalaman Azizah dalam tampil di hadapan publik dengan latar acara yang beragam.

Perkembangan Azizah menjadi perhatian juga tidak terlepas dari keberadaan media sosial sebagai ruang yang mempertemukan talenta lokal dengan audiens yang lebih luas. Sebuah penampilan, foto, atau video dapat dengan cepat menyebar dan memunculkan pembicaraan baru di antara pengguna internet. Dalam kasus Azizah, kemiripan wajah dengan Zendaya menjadi pintu masuk bagi publik untuk mengetahui lebih jauh sosoknya. Setelah itu, latar belakangnya sebagai atlet pencak silat dan penari turut menjadi bagian dari informasi yang menarik perhatian. Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana aktivitas seorang talenta muda dapat memperoleh jangkauan publik yang lebih luas melalui platform digital.

Meski sorotan awal muncul karena kemiripan wajah, perjalanan Azizah menunjukkan bahwa perhatian publik tersebut memiliki konteks yang lebih luas. Ia tidak hanya aktif sebagai penari, tetapi juga menekuni pencak silat serta mengikuti berbagai kompetisi. Prestasi bersama Miracle Dancers di World of Dance Indonesia menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan seninya. Di saat yang sama, aktivitas olahraga bela diri memberikan dimensi lain terhadap kemampuan fisik dan kedisiplinannya. Kombinasi dua bidang tersebut membuat profil Azizah berkembang sebagai talenta muda dengan pengalaman yang cukup beragam.

Dengan demikian, viralnya nama Azizah setelah disebut memiliki kemiripan dengan Zendaya menjadi salah satu episode terbaru dalam perjalanan seorang talenta muda asal Lombok. Perhatian publik di media sosial membuat sosoknya semakin dikenal, tetapi aktivitas dan prestasi di bidang tari serta pencak silat menjadi bagian penting dari profilnya. Kiprahnya bersama Miracle Dancers dan berbagai pengalaman kompetisi menunjukkan proses panjang yang berada di balik popularitas tersebut. Ke depan, perkembangan Azizah akan tetap bergantung pada konsistensi latihan, kesempatan berkompetisi, serta dukungan terhadap pengembangan bakatnya. Bagi publik, kemiripan dengan figur terkenal mungkin menjadi hal yang menarik perhatian, tetapi rekam jejak prestasi tetap menjadi bagian utama yang menggambarkan perjalanan seorang atlet dan seniman muda.