Bertahun-tahun Cari Sinyal, Warga Talaok Solok Kini Tak Lagi Kesulitan Berkat BTS Telkomsel

Memuat berita

Nasional

Bertahun-tahun Cari Sinyal, Warga Talaok Solok Kini Tak Lagi Kesulitan Berkat BTS Telkomsel

Fazlur Rahman · 01 September 2026 · 22:23 WIB · 2 dibaca
Bertahun-tahun Cari Sinyal, Warga Talaok Solok Kini Tak Lagi Kesulitan Berkat BTS Telkomsel

Foto: Kumparan.com

Setelah bertahun-tahun harus mencari lokasi tertentu untuk mendapatkan sinyal telepon seluler, warga Jorong Talaok, Nagari Sariak Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, kini mulai merasakan perubahan. Kehadiran Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel yang baru diresmikan membuka akses telekomunikasi bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Selama ini, keterbatasan jaringan menjadi salah satu persoalan yang dirasakan warga Talaok dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Untuk sekadar melakukan panggilan telepon maupun mengakses layanan komunikasi, masyarakat bahkan harus mendatangi titik-titik tertentu yang masih memiliki sinyal.

Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan komunikasi antarwarga, tetapi juga membatasi akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan yang kini semakin bergantung pada konektivitas digital. Kehadiran BTS diharapkan dapat mengubah kondisi tersebut sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat setempat.

Peresmian BTS dilakukan oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade bersama Bupati Solok Jon Firman Pandu dan Manager Network Operation Padang Telkomsel Andy Suhatril. Peresmian tersebut menjadi penanda mulai terbukanya akses jaringan telekomunikasi yang lebih baik bagi warga Jorong Talaok.

Bagi masyarakat setempat, kehadiran jaringan telekomunikasi tidak sekadar memberikan kemudahan untuk menelepon atau bertukar pesan. Sinyal seluler kini menjadi kebutuhan penting untuk menunjang berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan, pekerjaan, pelayanan pemerintahan, hingga kegiatan ekonomi.

Dalam bidang pendidikan, akses internet dapat membantu anak-anak dan pelajar memperoleh informasi serta berbagai materi pembelajaran yang lebih luas. Keterbatasan jaringan selama ini dapat menjadi hambatan ketika kebutuhan pendidikan semakin banyak memanfaatkan teknologi digital.

Akses telekomunikasi juga dapat membantu masyarakat berkoordinasi dengan pemerintah maupun memperoleh informasi mengenai pelayanan publik. Komunikasi yang lebih mudah memungkinkan berbagai kebutuhan administratif dan sosial dapat dikoordinasikan tanpa harus selalu bergantung pada pertemuan secara langsung.

Dari sisi ekonomi, keberadaan jaringan juga membuka peluang bagi warga untuk memanfaatkan layanan digital. Pelaku usaha dapat lebih mudah berkomunikasi dengan pelanggan, mencari informasi harga dan pasar, hingga memperluas pemasaran produk melalui platform digital.

Bagi wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan jaringan, keberadaan BTS menjadi bagian penting dari upaya mengurangi kesenjangan akses telekomunikasi. Infrastruktur digital yang memadai memungkinkan masyarakat di daerah untuk mendapatkan kesempatan yang lebih setara dalam memanfaatkan perkembangan teknologi.

Wali Nagari Sariak Alahan Tigo Baharuddin menyambut baik kehadiran BTS tersebut. Ia mengungkapkan rasa syukur karena persoalan sinyal yang selama ini menjadi keluhan masyarakat mulai mendapatkan solusi.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari Pak Andre. Akhirnya kami tidak susah lagi dengan sinyal,” ujar Baharuddin dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2026).

Pernyataan tersebut menggambarkan besarnya arti kehadiran infrastruktur telekomunikasi bagi masyarakat Talaok. Bagi warga yang selama bertahun-tahun harus mencari titik tertentu untuk mendapatkan sinyal, tersedianya jaringan di wilayah tempat tinggal merupakan perubahan yang sangat berarti.

Pembangunan BTS juga menunjukkan bahwa pemerataan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan jalan, listrik, atau fasilitas fisik lainnya. Di tengah semakin luasnya penggunaan teknologi digital, jaringan telekomunikasi menjadi salah satu infrastruktur dasar yang turut menentukan kemampuan masyarakat mengakses informasi dan berbagai layanan.

Tantangan berikutnya adalah memastikan layanan tersebut dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan. Kualitas jaringan, pemeliharaan infrastruktur, serta kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi menjadi faktor penting agar manfaat kehadiran BTS benar-benar dirasakan dalam jangka panjang.

Pemerintah daerah dan pihak terkait juga diharapkan dapat terus mendorong perluasan konektivitas ke wilayah lain yang masih menghadapi persoalan serupa. Masih adanya daerah yang kesulitan memperoleh sinyal menunjukkan bahwa pemerataan akses digital membutuhkan upaya yang berkelanjutan.

Bagi warga Jorong Talaok, hadirnya BTS Telkomsel bukan sekadar berdirinya sebuah menara telekomunikasi. Infrastruktur tersebut menjadi pintu menuju akses informasi dan komunikasi yang selama ini sulit diperoleh.

Setelah bertahun-tahun harus mencari titik tertentu hanya untuk mendapatkan sinyal, masyarakat kini memiliki harapan untuk menjalankan aktivitas komunikasi dengan lebih mudah. Dari pendidikan hingga ekonomi, konektivitas yang lebih baik diharapkan mampu membuka kesempatan baru bagi warga sekaligus mempercepat keterhubungan Talaok dengan dunia yang semakin bergantung pada teknologi digital.