Iberia Terbangkan Pesawat Khusus Bernomor IB1473, Ilmuwan Saksikan Gerhana Matahari Total dari Ketinggian 10.000 Meter

Memuat berita

Nasional

Iberia Terbangkan Pesawat Khusus Bernomor IB1473, Ilmuwan Saksikan Gerhana Matahari Total dari Ketinggian 10.000 Meter

Rizqi Akbar Sadly · 14 Agustus 2026 · 12:13 WIB · 2 dibaca
Iberia Terbangkan Pesawat Khusus Bernomor IB1473, Ilmuwan Saksikan Gerhana Matahari Total dari Ketinggian 10.000 Meter

Foto: ORINEWS.ID

Maskapai penerbangan asal Spanyol, Iberia, mengoperasikan penerbangan khusus pada Rabu (12/8/2026) untuk membawa sekelompok ilmuwan dan astronom menyaksikan fenomena gerhana matahari total dari ketinggian sekitar 10.000 meter di atas permukaan laut. Penerbangan bernomor IB1473 tersebut menggunakan pesawat Airbus A321XLR, salah satu tipe pesawat terbaru dalam armada Iberia, yang secara khusus diubah fungsinya menjadi platform pengamatan astronomi di atas lapisan awan. Pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Adolfo Suárez Madrid-Barajas pukul 18.45 waktu setempat, membawa tim peneliti untuk menyaksikan langsung momen langka ketika Bulan sepenuhnya menutupi cakram Matahari di langit utara Spanyol.

Nomor penerbangan IB1473 dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap tahun kelahiran astronom besar Nicolaus Copernicus, tokoh yang memperkenalkan model heliosentris yang menempatkan Matahari, bukan Bumi, sebagai pusat tata surya. Pemilihan nomor penerbangan yang sarat makna historis ini mencerminkan betapa Iberia ingin menegaskan signifikansi ilmiah dari misi penerbangan tersebut, sekaligus menghormati warisan intelektual yang telah mengubah cara manusia memahami alam semesta sejak berabad-abad silam. Kokpit pesawat dikendalikan oleh Kapten Javier Lopera Alcalá bersama Perwira Pertama Javier Meana Fernández, yang diketahui memiliki latar belakang pelatihan di bidang astrofisika, sehingga semakin memperkuat kesiapan teknis penerbangan istimewa ini.

Rute penerbangan dirancang secara khusus melintasi wilayah Provinsi Palencia di bagian utara-tengah Spanyol, kawasan yang diperhitungkan menawarkan kondisi pengamatan paling optimal terhadap fenomena gerhana. Dengan terbang di ketinggian di atas 33.000 kaki atau sekitar 10.000 meter, pesawat berhasil menghindari segala risiko gangguan awan maupun kabut troposfer yang kerap menghalangi pengamatan gerhana dari permukaan tanah. Kondisi ini memberikan sudut pandang yang benar-benar bersih dan tanpa hambatan bagi para peneliti untuk melakukan pengamatan ilmiah terhadap fenomena langit yang hanya berlangsung dalam hitungan menit tersebut.

Di dalam kabin pesawat, turut hadir tim peneliti multidisiplin dari proyek Shelios bersama Instituto de Astrofísica de Canarias (IAC), yang dipimpin oleh astronom terkemuka Dr. Miquel Serra-Ricart. Tim ilmuwan tersebut memanfaatkan kesempatan langka ini untuk melakukan pengukuran morfologi Matahari, sebuah riset yang hanya dimungkinkan berkat kondisi pengamatan istimewa pada ketinggian jelajah pesawat. Selain instrumen ilmiah, sebuah kamera GoPro khusus turut dipasang di kokpit untuk merekam bayangan Bulan yang menyapu permukaan Bumi dan puncak awan dengan kecepatan supersonik, menghasilkan dokumentasi visual yang jarang dapat diperoleh dari sudut pandang manapun.

Dari dalam pesawat, para penumpang dapat menyaksikan secara langsung proses menakjubkan ketika Bulan perlahan-lahan menutupi cakram Matahari hingga akhirnya memasuki fase totalitas, saat korona Matahari tampak berpendar mengelilingi cakram gelap Bulan yang menutupinya sempurna. Untuk memastikan pengambilan gambar dan kestabilan sinyal berjalan sempurna selama jendela waktu totalitas yang sangat singkat, awak pesawat lebih dulu melaksanakan manuver uji coba terkalibrasi antara pukul 19.42 hingga 19.44 CEST, guna menyelaraskan posisi pesawat dengan arah Matahari sekaligus memverifikasi sistem pelacakan kamera sebelum momen puncak gerhana berlangsung.

Momen totalitas gerhana matahari itu sendiri diperkirakan mencapai wilayah utara Spanyol pada sekitar pukul 20.29 waktu setempat, berdasarkan estimasi Badan Antariksa Eropa (European Space Agency). Gerhana matahari total ini melintasi wilayah utara Spanyol dan diperkirakan disaksikan langsung oleh sekitar 15 juta penduduk dari daratan utama negara tersebut, menjadikannya salah satu peristiwa astronomi paling dinantikan sepanjang 2026. Yang menjadikan momen ini semakin istimewa, gerhana matahari total kali ini tercatat sebagai yang pertama kali dapat disaksikan dari wilayah Semenanjung Iberia sejak tahun 1912, sehingga menjadi peristiwa langka yang hanya terjadi sekali dalam lebih dari satu abad.

Untuk memungkinkan masyarakat luas turut menikmati momen bersejarah tersebut, Iberia menyiarkan langsung seluruh rangkaian penerbangan melalui kanal media sosial resminya, memanfaatkan layanan konektivitas Wi-Fi berkecepatan tinggi Starlink yang belakangan mulai diterapkan secara bertahap di armada maskapai tersebut. Berkat teknologi ini, siapa pun dapat menikmati gambar autentik secara real time dari sudut pandang istimewa di atas awan, seolah turut merasakan sensasi menyaksikan gerhana matahari total bersama para ilmuwan yang berada langsung di dalam pesawat. Pesawat A321XLR yang digunakan merupakan bagian dari delapan unit tipe serupa yang baru saja rampung diserahterimakan seluruhnya kepada Iberia pada April 2026, menandai unit terakhir yang melengkapi armada tersebut.

Penerbangan istimewa ini tidak hanya menjadi ajang riset ilmiah, tetapi juga menegaskan peran pesawat komersial modern sebagai platform observasi bergerak untuk berbagai peristiwa penting di bidang astronomi. Iberia bukan satu-satunya maskapai yang menerbangkan pesawat khusus untuk menyaksikan gerhana matahari total kali ini, mengingat sejumlah maskapai lain turut memanfaatkan momentum serupa untuk memberikan pengalaman unik kepada para peneliti maupun penumpangnya. Ke depan, kolaborasi antara industri penerbangan dan dunia sains diperkirakan akan semakin berkembang, mengingat ketinggian jelajah pesawat modern menawarkan keunggulan signifikan dalam pengamatan berbagai fenomena langit yang sulit diakses secara optimal dari permukaan Bumi.