Jenazah Pendaki 16 Tahun yang Jatuh ke Kawah Gunung Slamet Berhasil Dievakuasi

Memuat berita

Nasional

Jenazah Pendaki 16 Tahun yang Jatuh ke Kawah Gunung Slamet Berhasil Dievakuasi

Fazlur Rahman · 21 Agustus 2026 · 20:10 WIB · 2 dibaca
Jenazah Pendaki 16 Tahun yang Jatuh ke Kawah Gunung Slamet Berhasil Dievakuasi

Foto: Prokota.com

BREBES — Jenazah M. Fahris Maulana (16), pendaki asal Brebes yang terjatuh ke kawah Gunung Slamet, akhirnya berhasil dievakuasi tim SAR pada Rabu (19/8/2026) dini hari. Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi medan yang sulit dan membutuhkan teknik evakuasi vertikal.

Fahris sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan saat berada di kawasan puncak Gunung Slamet pada Selasa (18/8/2026). Korban disebut terjatuh setelah tanah yang menjadi pijakannya tiba-tiba mengalami amblasan.

Kondisi tersebut membuat Fahris terperosok ke arah kawah dengan kedalaman diperkirakan mencapai 30 hingga 50 meter

Medan di sekitar lokasi kejadian menjadi salah satu tantangan utama bagi tim penyelamat. Posisi korban yang berada di area kawah membuat proses evakuasi tidak dapat dilakukan dengan cara biasa.

Tim kemudian menggunakan teknik evakuasi vertikal

Setelah berhasil dievakuasi dari kawasan kawah, jenazah Fahris kemudian dibawa menuju Puskesmas Bumijawa

Peristiwa tersebut menyisakan duka bagi keluarga dan menjadi perhatian bagi komunitas pendaki. Gunung Slamet merupakan salah satu gunung yang banyak didatangi pendaki, tetapi kawasan puncak dan sekitar kawah memiliki karakter medan yang berbeda dengan jalur pendakian pada umumnya.

Kondisi tanah di sekitar kawah yang dapat labil menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai. Permukaan tanah yang terlihat kokoh belum tentu memiliki struktur yang aman untuk dijadikan tempat berpijak, terutama di kawasan yang dekat dengan bibir kawah.

Insiden yang menimpa Fahris kembali mengingatkan pentingnya pendaki mematuhi batas aman yang ditetapkan pengelola maupun petugas di kawasan gunung. Pendaki juga perlu memperhatikan kondisi medan, tidak memaksakan diri mendekati area berbahaya, serta mengikuti informasi mengenai aktivitas gunung dan kondisi jalur.

Evakuasi Fahris yang berlangsung hingga dini hari menunjukkan beratnya medan di sekitar kawah Gunung Slamet. Tragedi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kawasan puncak dan bibir kawah merupakan wilayah dengan risiko tinggi, sehingga keselamatan harus menjadi pertimbangan utama bagi setiap pendaki.