KPK Geledah Enam Lokasi, Sita Harley Davidson hingga Logam Mulia Terkait Kasus Bupati Pemalang

Memuat berita

Nasional

KPK Geledah Enam Lokasi, Sita Harley Davidson hingga Logam Mulia Terkait Kasus Bupati Pemalang

Devi Sry Atmaja · 04 Agustus 2026 · 23:31 WIB · 2 dibaca
KPK Geledah Enam Lokasi, Sita Harley Davidson hingga Logam Mulia Terkait Kasus Bupati Pemalang

Foto: Dok. KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di enam lokasi berbeda terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Operasi yang digelar penyidik ini berhasil menyita sejumlah aset mewah dan barang berharga, termasuk empat unit motor Harley Davidson, logam mulia, uang tunai, mobil, serta dokumen-dokumen penting.

Penggeledahan dilakukan secara simultan di beberapa titik yang diduga memiliki kaitan dengan perkara tersebut. Tim penyidik KPK menyisir lokasi-lokasi tersebut untuk mengumpulkan barang bukti yang dapat memperkuat penyidikan. Kehadiran aparat antikorupsi ini menarik perhatian warga sekitar, mengingat status Anom Widiyantoro sebagai kepala daerah yang masih aktif menjabat.

Dari hasil penggeledahan, penyidik berhasil mengamankan empat unit sepeda motor Harley Davidson yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi. Selain itu, sejumlah logam mulia, uang tunai dalam jumlah signifikan, serta beberapa unit mobil juga ikut disita. Dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan aliran dana dan aset turut diamankan untuk diperiksa lebih lanjut di kantor KPK.

Kasus yang menjerat Bupati Pemalang ini masih dalam tahap penyidikan. KPK belum memberikan keterangan rinci mengenai nilai kerugian negara maupun modus operandi yang digunakan. Namun, penyitaan aset mewah tersebut menjadi indikasi bahwa aliran dana hasil korupsi diduga digunakan untuk membeli barang-barang bernilai tinggi.

Langkah tegas KPK ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pejabat publik lainnya. Penggeledahan dan penyitaan aset menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan keuangan negara. Masyarakat pun menantikan perkembangan selanjutnya, termasuk kemungkinan penetapan tersangka atau langkah hukum lanjutan terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Hingga saat ini, Anom Widiyantoro belum memberikan keterangan resmi terkait penggeledahan tersebut. KPK dipastikan akan terus mendalami temuan di lapangan dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap keseluruhan skema dugaan korupsi di Kabupaten Pemalang. Penegakan hukum yang transparan dan akuntabel tetap menjadi harapan publik dalam kasus ini.