Pasar Sambut Positif Pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI, Rupiah Menguat ke Rp17.770 per Dolar AS

Memuat berita

Nasional

Pasar Sambut Positif Pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI, Rupiah Menguat ke Rp17.770 per Dolar AS

Fazlur Rahman · 14 Agustus 2026 · 12:16 WIB · 2 dibaca
Pasar Sambut Positif Pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI, Rupiah Menguat ke Rp17.770 per Dolar AS

Foto: CNN INDONESIA

Jakarta – Pasar keuangan memberikan respons yang sangat positif terhadap pengajuan nama Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI). Pada perdagangan siang, nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan hingga 0,67 persen dan menyentuh posisi Rp17.770 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pukul 14.05 WIB.

Penguatan ini menjadi sinyal penting bagi stabilitas moneter. Kejelasan mengenai suksesi di bank sentral berhasil meredakan kekhawatiran pelaku pasar terkait potensi perubahan arah kebijakan moneter. Destry Damayanti bukanlah sosok baru di BI. Ia merupakan Deputi Gubernur Senior yang sebelumnya menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.

Pengunduran diri Perry Warjiyo beberapa waktu lalu sempat menimbulkan ketidakpastian di pasar. Investor dan pelaku pasar menantikan sosok pemimpin baru yang mampu menjaga kontinuitas kebijakan serta independensi bank sentral. Pengajuan Destry sebagai calon tunggal oleh Presiden Prabowo Subianto memberikan jawaban yang ditunggu.

“Pasar menyambut baik karena Destry sudah dikenal luas sebagai figur internal BI yang berpengalaman. Kekhawatiran terhadap risiko perubahan kebijakan moneter mulai mereda,” demikian penilaian yang tercermin dari pergerakan rupiah hari ini.

Destry Damayanti telah lama berkiprah di bank sentral. Sebagai Deputi Gubernur Senior sejak 2019 dan diperpanjang untuk periode 2024–2029, ia memiliki pemahaman mendalam mengenai kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, dan sistem pembayaran. Setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri karena alasan pribadi, ia otomatis menjabat sebagai pejabat sementara Gubernur BI sesuai ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia.

Lahir di Jakarta pada 16 Desember 1963, Destry menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia dan meraih gelar Master of Science bidang Regional Science dari Cornell University, Amerika Serikat. Sebelum bergabung dengan BI, ia memiliki pengalaman luas di sektor perbankan dan keuangan, termasuk sebagai ekonom di Bank Mandiri dan Mandiri Sekuritas, serta pernah menjadi Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2015–2019.

Pengalamannya yang matang di bidang makroekonomi dan pasar keuangan membuat banyak pihak menilai Destry sebagai pilihan yang aman dan kredibel. Jika disetujui DPR melalui proses fit and proper test, ia berpotensi menjadi Gubernur BI perempuan pertama secara definitif.

Penguatan rupiah hingga level Rp17.770 per dolar AS mencerminkan kembalinya kepercayaan pasar. Pelaku pasar menilai kontinuitas kebijakan moneter akan terjaga di bawah kepemimpinan Destry. Stabilitas nilai tukar menjadi salah satu fokus utama bank sentral, di samping menjaga inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Analis menilai bahwa kejelasan suksesi ini membantu mengurangi premi risiko di pasar keuangan Indonesia. Dengan latar belakang internal yang kuat, Destry diharapkan mampu menjaga koordinasi yang baik antara bank sentral dan pemerintah tanpa mengorbankan independensi BI.

Proses selanjutnya berada di tangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Komisi XI akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan sebelum memberikan persetujuan. Sementara menunggu proses tersebut, pasar kini tampak lebih tenang setelah mendapatkan kepastian mengenai pemimpin bank sentral ke depan.

Penguatan rupiah hari ini bukan sekadar pergerakan teknis, melainkan cerminan optimisme bahwa transisi kepemimpinan di BI berjalan mulus dan kebijakan moneter tetap on track.