Pavel Durov Masuk Daftar Buronan Internasional Rusia, FSB Tuduh “Memfasilitasi Terorisme”

Memuat berita

Berita International

Pavel Durov Masuk Daftar Buronan Internasional Rusia, FSB Tuduh “Memfasilitasi Terorisme”

Devi Sry Atmaja · 30 Juli 2026 · 16:23 WIB · 3 dibaca
Pavel Durov Masuk Daftar Buronan Internasional Rusia, FSB Tuduh “Memfasilitasi Terorisme”

Foto: Telegram

Moskow

Pengumuman tersebut disampaikan FSB pada Rabu (29/7/2026). Menurut pernyataan resmi FSB yang dikutip sejumlah media internasional, termasuk Reuters dan Interfax, pihaknya telah mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional terhadap Durov.

Tuduhan FSB berpusat pada dugaan kegagalan Telegram dalam menghapus sejumlah saluran (channel), obrolan (chat), dan bot yang diklaim digunakan oleh dinas intelijen Ukraina serta kelompok yang digolongkan Rusia sebagai teroris atau ekstremis. FSB menyatakan platform tersebut dimanfaatkan untuk merencanakan dan mengoordinasikan aksi sabotase, serangan, penipuan siber, hingga aktivitas yang mengakibatkan korban jiwa di wilayah Rusia.

Salah satu fokus tuduhan adalah bot kencan populer di Telegram yang disebut Daivinchik (atau dikenal internasional sebagai Leo). FSB mengklaim bot tersebut digunakan untuk merekrut warga Rusia, terutama kalangan muda, untuk melakukan aksi sabotase dan serangan. Sejak Juli 2025, otoritas Rusia mengklaim telah menahan setidaknya 46 orang berusia 12–22 tahun di berbagai wilayah terkait dugaan tersebut.

Durov sejak lama berada dalam ketegangan dengan pemerintah Rusia. Ia menolak menyerahkan data pengguna Telegram kepada otoritas Rusia, sikap yang sudah diambilnya sejak meninggalkan Rusia pada 2014. Telegram sendiri menjadi salah satu platform komunikasi terbesar dan paling banyak digunakan di Rusia, meski pemerintah terus memperketat kontrol terhadap ruang digital, termasuk dengan membatasi akses Telegram dan mendorong penggunaan aplikasi yang lebih mudah diawasi negara.

Durov, yang kini tinggal di luar Rusia dan memiliki kewarganegaraan Prancis serta Uni Emirat Arab, belum memberikan komentar resmi secara rinci terkait tuduhan terbaru ini. Sebelumnya, ia pernah menghadapi proses hukum di Prancis pada 2024 terkait dugaan kurangnya kerja sama Telegram dalam menangani aktivitas kriminal di platformnya.

Penetapan Durov sebagai buronan internasional ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik panjang antara Kremlin dan pendiri Telegram. Langkah FSB dinilai sebagai bagian dari upaya Rusia memperkuat kendali atas ruang digital di tengah situasi geopolitik yang semakin tegang.

Hingga kini, belum diketahui apakah Interpol akan menerbitkan red notice terkait permintaan Rusia tersebut. Durov residual di luar jangkauan langsung otoritas Rusia, sehingga proses ekstradisi diperkirakan akan menghadapi tantangan hukum dan diplomatik yang kompleks.