Presiden Prabowo Usulkan Aida S. Budiman Jadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Gantikan Destry Damayanti

Memuat berita

Nasional

Presiden Prabowo Usulkan Aida S. Budiman Jadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Gantikan Destry Damayanti

Fazlur Rahman · 14 Agustus 2026 · 12:16 WIB · 2 dibaca
Presiden Prabowo Usulkan Aida S. Budiman Jadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Gantikan Destry Damayanti

Foto: Bloomberg

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menerima usulan resmi dari Presiden Prabowo Subianto terkait pengisian sejumlah posisi strategis di Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI). Salah satu nama yang diusulkan adalah Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman sebagai calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Usulan tersebut disampaikan melalui Surat Presiden (Surpres) yang dikirimkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada pimpinan DPR. Ketua DPR RI Puan Maharani mengonfirmasi hal ini dalam keterangan pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

“Ya alhamdulillah kemarin Pak Mensesneg sudah mengirimkan surat kepada pimpinan DPR, dari presiden yang disampaikan oleh Mensesneg kepada pimpinan DPR,” ujar Puan Maharani.

Dalam Surpres tersebut, Presiden Prabowo mengusulkan empat nama. Destry Damayanti diajukan sebagai calon Gubernur Bank Indonesia, sementara Aida S. Budiman diusulkan sebagai calon tunggal Deputi Gubernur Senior BI. Dua nama lainnya, Solikin M. Juhro dan Anwar Bashori (atau M. Anwar Bashori), diajukan sebagai calon Deputi Gubernur BI.

“Jadi nama-nama tersebut nantinya akan kami proses sesuai dengan mekanisme yang ada di DPR untuk kami pilih dan kami setujui nama-nama yang akan kami pilih untuk kemudian dilantik oleh Presiden,” kata Puan. Ia menambahkan bahwa proses akan dimulai setelah pembukaan masa sidang DPR pada 14 Agustus 2026, termasuk tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR.

Aida S. Budiman saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak Januari 2022, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 147/P Tahun 2021. Masa jabatannya berlangsung hingga 2027. Sebelumnya, ia merupakan Asisten Gubernur yang membawahi kebijakan strategis sektor moneter, bauran kebijakan Bank Indonesia, serta sinergi dengan bauran kebijakan nasional periode 2020–2022.

Lahir di Bogor pada 1965, Aida menempuh pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan Sosial-Ekonomi Pertanian Agribisnis dan lulus tahun 1987. Ia kemudian melanjutkan studi ke Amerika Serikat, meraih Master of Arts in Economics dari University of Southern California (1996) dan Ph.D. di bidang Ekonomi dari Claremont Graduate University (2001).

Kariernya di Bank Indonesia dimulai sejak 1991. Ia pernah menjabat Kepala Departemen Internasional (2014–2018) dan Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (2018). Pengalamannya mencakup perumusan kebijakan moneter, hubungan internasional, serta koordinasi kebijakan di tingkat nasional dan global.

Jika disetujui DPR, Aida akan menggantikan Destry Damayanti di posisi Deputi Gubernur Senior. Destry sendiri saat ini menjabat sebagai pejabat sementara Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri, dan kini diusulkan menjadi Gubernur definitif.

Pengusulan nama-nama internal BI ini dinilai mencerminkan upaya menjaga kontinuitas kebijakan moneter di tengah dinamika ekonomi nasional. Proses di DPR diharapkan berjalan sesuai mekanisme yang berlaku, sehingga posisi-posisi kunci di bank sentral segera terisi secara definitif.