Resmi Tangani Timnas Prancis, Zinedine Zidane Akui Tolak Sejumlah Tawaran Klub Demi Les Bleus

Memuat berita

Football

Resmi Tangani Timnas Prancis, Zinedine Zidane Akui Tolak Sejumlah Tawaran Klub Demi Les Bleus

Devi Sry Atmaja · 02 Agustus 2026 · 14:40 WIB · 2 dibaca
Resmi Tangani Timnas Prancis, Zinedine Zidane Akui Tolak Sejumlah Tawaran Klub Demi Les Bleus

Foto: REUTERS/Abdul Saboor

PARIS – Era baru Tim Nasional Prancis resmi dimulai. Legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane, secara resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Les Bleus menggantikan Didier Deschamps, yang mengakhiri masa kepemimpinannya setelah membawa Prancis tampil di Piala Dunia 2026.

Penunjukan Zidane sekaligus mengakhiri penantian panjang publik sepak bola Prancis yang selama bertahun-tahun menginginkan mantan kapten tim nasional itu kembali mengabdi untuk negaranya. Bagi Zidane, jabatan sebagai pelatih Timnas Prancis bukan sekadar pekerjaan baru, melainkan impian yang telah lama ia nantikan sejak meninggalkan Real Madrid pada 2021.

Setelah hampir lima tahun tidak melatih, Zidane akhirnya kembali ke dunia kepelatihan dengan menerima posisi yang selama ini disebut sebagai tujuan utama dalam kariernya. Dalam konferensi pers perdananya sebagai pelatih Timnas Prancis, pria berusia 54 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya sengaja menolak berbagai tawaran dari klub-klub elite Eropa demi menunggu kesempatan menangani tim nasional.

"Dalam empat atau lima tahun terakhir, saya mendapat tawaran untuk bergabung dengan sebuah klub dan saya menolak semuanya demi tim nasional Prancis. Pekerjaan ini adalah satu-satunya pekerjaan yang ingin saya lakukan setelah karier saya bersama Real Madrid," ujar Zidane.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang selama ini mengaitkan dirinya dengan sejumlah klub besar Eropa. Selama masa vakumnya, nama Zidane beberapa kali dikabarkan menjadi incaran klub-klub elite, namun seluruh tawaran itu dipilih untuk tidak diterima karena ia ingin fokus menunggu peluang melatih negaranya sendiri.

Bagi Zidane, melatih Timnas Prancis memiliki makna yang jauh lebih besar dibandingkan menangani klub mana pun. Ia mengaku selalu menempatkan dirinya sebagai bagian dari perjalanan Les Bleus, bukan hanya sebagai mantan pemain dan pendukung, tetapi juga sebagai sosok yang suatu hari ingin memimpin tim dari pinggir lapangan.

Motivasi tersebut membuat Zidane memilih bersabar selama bertahun-tahun hingga akhirnya posisi pelatih kepala benar-benar tersedia setelah berakhirnya era Didier Deschamps.

"Saya selalu mempersiapkan diri untuk kesempatan ini. Menjadi pelatih Timnas Prancis adalah kehormatan terbesar dalam karier saya setelah menjadi pemain," ungkapnya.

Sebagai salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah sepak bola modern, Zidane datang dengan ekspektasi yang sangat tinggi. Selama menangani Real Madrid, ia mempersembahkan berbagai gelar bergengsi, termasuk tiga trofi Liga Champions secara beruntun, dua gelar La Liga, dua Piala Dunia Antarklub, serta sejumlah trofi domestik dan internasional lainnya.

Kini, tantangan berbeda menantinya di level tim nasional. Zidane akan bertugas membangun kembali kekuatan Prancis setelah berakhirnya era Didier Deschamps yang berlangsung lebih dari satu dekade dan menghasilkan berbagai prestasi, termasuk gelar juara Piala Dunia 2018 serta membawa Prancis menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.