Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 18 Warga Palestina, Eskalasi Terjadi di Tengah Upaya Gencatan Senjata

Memuat berita

Berita International

Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 18 Warga Palestina, Eskalasi Terjadi di Tengah Upaya Gencatan Senjata

Devi Sry Atmaja · 04 Agustus 2026 · 23:32 WIB · 2 dibaca
Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 18 Warga Palestina, Eskalasi Terjadi di Tengah Upaya Gencatan Senjata

Foto: Anadolu

Gaza – Sedikitnya 18 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel yang kembali menghantam sejumlah wilayah di Gaza pada Minggu (2/8/2026). Tragedi tersebut terjadi di tengah upaya gencatan senjata yang masih berlangsung, menambah daftar korban jiwa dalam konflik yang berkepanjangan.

Sejak Minggu dini hari, pesawat tempur Israel dilaporkan menyerang Kota Gaza, Deir al-Balah, dan Khan Younis. Serangan yang menyasar beberapa lokasi sekaligus itu menyebabkan jumlah korban jiwa pada hari tersebut menjadi yang tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, menurut otoritas kesehatan Palestina. Situasi di lapangan kembali memanas meski proses politik untuk menghentikan perang masih terus diupayakan.

Di tengah perkembangan tersebut, pejabat senior Hamas Basem Naim menilai eskalasi serangan menunjukkan Israel berupaya menggagalkan proses politik untuk mengakhiri perang. “Eskalasi ini dengan jelas menunjukkan bahwa pemerintah pendudukan berupaya menggagalkan upaya mengakhiri perang,” ujar Basem Naim. Pernyataan tersebut mencerminkan sikap Hamas yang melihat gelombang serangan terbaru sebagai hambatan terhadap perundingan yang sedang berjalan.

Sementara itu, Israel menegaskan posisi berbeda. Pemerintah Israel menyatakan bahwa Hamas harus melucuti seluruh persenjataannya sebelum tahapan lain dalam kesepakatan dapat dijalankan. Sikap tersebut telah disampaikan kepada Amerika Serikat sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam upaya mediasi. Israel memandang pelucutan senjata sebagai syarat penting sebelum langkah-langkah berikutnya dapat dilaksanakan.

Serangan udara yang menewaskan 18 warga Palestina ini kembali menyoroti kerentanan situasi di Gaza. Meski upaya gencatan senjata terus digulirkan, eskalasi di lapangan menunjukkan betapa rapuhnya proses perundingan yang sedang berlangsung. Masyarakat internasional terus memantau perkembangan, berharap kedua belah pihak dapat menahan diri agar korban jiwa tidak terus bertambah dan jalan menuju gencatan senjata yang berkelanjutan dapat segera terbuka.