Taksi Listrik Terserempet Commuter Line di Stasiun Karet, Diduga Terjebak Kemacetan di Atas Rel

Memuat berita

Nasional

Taksi Listrik Terserempet Commuter Line di Stasiun Karet, Diduga Terjebak Kemacetan di Atas Rel

Fazlur Rahman · 26 Agustus 2026 · 23:01 WIB · 2 dibaca
Taksi Listrik Terserempet Commuter Line di Stasiun Karet, Diduga Terjebak Kemacetan di Atas Rel

Foto: Kompas Megapolitan

Sebuah taksi listrik dari Green SM terserempet kereta Commuter Line di perlintasan kereta api dekat Stasiun Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026) malam. Insiden tersebut terjadi ketika kendaraan diduga masih berada di area jalur rel saat rangkaian kereta melintas.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, taksi listrik tersebut diduga sedang berhenti untuk menunggu penumpang. Namun, posisi bagian belakang kendaraan disebut masih berada di jalur rel ketika kereta Commuter Line datang.

Sejumlah warga dan pengendara yang berada di sekitar lokasi sempat memberikan peringatan kepada pengemudi. Mereka meneriaki pengemudi agar segera memajukan kendaraan untuk keluar dari area perlintasan.

Namun, kondisi lalu lintas yang padat di depan perlintasan membuat kendaraan tersebut disebut tidak dapat segera bergerak meninggalkan jalur rel. Situasi itu kemudian berujung pada terjadinya benturan ketika kereta melintas.

Kereta Commuter Line akhirnya menyerempet bagian taksi listrik yang masih berada di area rel. Insiden tersebut sontak menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang berada di sekitar Stasiun Karet.

Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Pengemudi taksi listrik dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka serius akibat insiden tersebut.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya memastikan kendaraan benar-benar memiliki ruang yang cukup untuk melintas dan berhenti di sekitar perlintasan kereta api. Pengemudi perlu memperhitungkan kondisi arus lalu lintas sebelum memasuki area perlintasan agar kendaraan tidak terjebak di atas rel.

Perlintasan kereta api merupakan area yang membutuhkan kewaspadaan tinggi karena kendaraan harus dapat segera meninggalkan jalur ketika kereta akan melintas. Kepadatan lalu lintas di sekitar perlintasan juga dapat meningkatkan risiko apabila kendaraan masuk ketika ruang di sisi seberang belum tersedia.

Insiden di kawasan Stasiun Karet tersebut menjadi pengingat bahwa pengemudi perlu memperhatikan kondisi jalur di depan sebelum melewati perlintasan. Memastikan kendaraan dapat keluar sepenuhnya dari area rel menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa.

Tidak adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut menjadi kabar baik di tengah insiden yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Namun, kejadian ini tetap menjadi perhatian karena melibatkan kendaraan yang berada terlalu dekat dengan jalur perjalanan kereta.

Hingga kini, informasi mengenai penyebab pasti kendaraan masih berada di area rel serta kerugian akibat kejadian tersebut belum dijelaskan secara rinci. Kronologi berdasarkan keterangan saksi juga masih perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan pihak terkait.

Kejadian tersebut pada akhirnya menjadi pelajaran bagi seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan, untuk tidak memaksakan diri memasuki perlintasan ketika kondisi di depan belum memungkinkan. Keselamatan harus menjadi prioritas, terlebih ketika berhadapan dengan jalur kereta api yang tidak dapat berhenti secara mendadak.