Tim SAR Evakuasi Jenazah Pendaki 16 Tahun dari Kawah Gunung Slamet

Memuat berita

Nasional

Tim SAR Evakuasi Jenazah Pendaki 16 Tahun dari Kawah Gunung Slamet

Devi Sry Atmaja · 20 Agustus 2026 · 18:16 WIB · 2 dibaca
Tim SAR Evakuasi Jenazah Pendaki 16 Tahun dari Kawah Gunung Slamet

Foto: Dok. Kantor SAR Semarang

JAWA TENGAH — Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah pendaki berusia 16 tahun, M. Fahri Maulana, asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dari kawah Gunung Slamet pada Selasa (18/8/2026) malam. Evakuasi dilakukan setelah Fahri diduga terjatuh ke dalam kawah sedalam sekitar 20 meter saat berada di sekitar bibir kawah Gunung Slamet.

Tim SAR gabungan tiba di kawasan puncak Gunung Slamet sekitar pukul 18.00 WIB. Kondisi cuaca dan medan yang masih memungkinkan membuat petugas memutuskan proses evakuasi dilakukan malam itu. Keputusan tersebut diambil agar jenazah dapat segera dievakuasi tanpa harus menunggu hingga keesokan harinya. Untuk mencapai posisi korban, petugas menggunakan tali pengaman dan turun ke dasar kawah yang memiliki kedalaman sekitar 20 meter. Proses pengangkatan jenazah dari dasar kawah berlangsung kurang dari satu jam. Setelah berhasil dievakuasi dari kawah, jenazah kemudian dibawa turun melalui jalur Basecamp Permadi Guci, Kabupaten Tegal. Jalur tersebut dipilih karena dinilai lebih aman untuk proses evakuasi.

Perjalanan membawa jenazah dari kawasan puncak menuju Basecamp Guci membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 8 jam. Jenazah akhirnya tiba di Basecamp Guci pada Rabu pagi. Setelah itu, jenazah dibawa ke rumah sakit untuk proses selanjutnya sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Operasi evakuasi berlangsung dalam kondisi medan pegunungan yang berat dan membutuhkan kehati-hatian, terutama karena lokasi korban berada di kawasan kawah.

Fahri diketahui mendaki Gunung Slamet bersama tiga orang rekannya pada Senin (17/8/2026) malam. Keempat pendaki tersebut kemudian berhasil mencapai kawasan puncak Gunung Slamet pada Selasa (18/8). Setelah mencapai puncak, Fahri bersama ketiga rekannya memutuskan untuk turun. Namun, Fahri tidak langsung mengikuti ketiga rekannya. Ia masih berada di sekitar bibir kawah.

Berdasarkan informasi yang diterima Kantor SAR Semarang, Fahri diduga berdiri di atas tanah di sekitar bibir kawah yang kondisinya rapuh. Tanah yang dipijaknya kemudian ambrol. Fahri pun terjatuh ke dalam kawah dengan kedalaman sekitar 20 meter. Kondisi tersebut membuat proses pencarian dan evakuasi harus dilakukan dengan menggunakan peralatan keselamatan khusus serta melibatkan tim SAR gabungan.

Evakuasi dari kawah Gunung Slamet bukan perkara mudah. Petugas harus menghadapi medan terjal sekaligus memperhitungkan kondisi cuaca dan keamanan di sekitar kawah. Penggunaan tali pengaman menjadi bagian penting dalam proses evakuasi untuk memastikan petugas dapat turun ke dasar kawah sekaligus mengangkat jenazah dengan aman. Setelah jenazah berhasil dikeluarkan dari kawah, tim kemudian membawa korban turun menggunakan jalur Guci. Keberhasilan evakuasi pada Selasa malam memungkinkan jenazah segera dibawa ke fasilitas kesehatan dan selanjutnya dipulangkan kepada keluarga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pendaki untuk selalu memperhatikan kondisi medan, terutama ketika berada di sekitar kawah gunung api. Tanah di kawasan bibir kawah dapat memiliki kondisi yang rapuh dan berbahaya meski terlihat kokoh dari permukaan.