Truk Trailer Pengangkut Tangki Tersangkut di JPO Kramat Jati, Macet Parah Hingga 3 Jam, Gubernur Pramono Minta Operator Ditindak
Jakarta Timur — Sebuah truk trailer yang mengangkut tangki besar tersangkut di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) depan Pasar Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, pada Minggu (16/8/2026) dini hari. Peristiwa tersebut sempat memicu kemacetan parah selama kurang lebih tiga jam dan mengganggu aktivitas warga serta layanan transportasi publik di kawasan tersebut.
Kejadian bermula sekitar pukul 00.30 WIB saat truk trailer melaju dari arah PGC (Pasar Grogol Cililitan) menuju kawasan TMII. Ketika melewati JPO yang berada tepat di depan Pasar Kramat Jati, bagian atas muatan tangki tersangkut di rangka jembatan penyeberangan. Truk akhirnya terhenti di tengah jalan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Akibatnya, arus lalu lintas di Jalan Raya Bogor, khususnya dari arah Cililitan menuju Bogor dan sebaliknya, langsung tersendat total. Kendaraan roda empat tidak bisa melintas, sementara pengendara sepeda motor masih sempat mencari celah. Kemacetan berlangsung hingga sekitar pukul 03.30 WIB atau sekitar tiga jam lamanya.
Selama proses evakuasi, banyak pengendara yang terpaksa mencari jalur alternatif. Sejumlah kendaraan masuk ke area parkiran dan lorong-lorong di dalam Pasar Kramat Jati untuk memutar arah dan menghindari titik kemacetan. Situasi dini hari yang seharusnya sepi berubah menjadi padat dan semrawut.
Polisi lalu lintas setempat segera bergerak ke lokasi setelah menerima laporan. Mereka mengatur arus kendaraan dan membantu proses pelepasan truk. Awak truk dilaporkan melakukan upaya manual dengan mengurangi tekanan angin pada ban belakang agar ketinggian kendaraan turun dan bisa melewati JPO tanpa merusak struktur jembatan.
Pantauan di lokasi pada pagi hari pukul 07.12 WIB menunjukkan kondisi lalu lintas di sekitar JPO Kramat Jati sudah kembali lancar. Tidak lagi terlihat antrean panjang kendaraan. JPO sendiri dipastikan tidak mengalami kerusakan berarti. Menurut keterangan penjaga pasar setempat, truk langsung berhenti setelah menyadari terjepit sehingga dampak terhadap struktur jembatan minimal.
Insiden ini juga berdampak pada layanan TransJakarta. Manajemen TransJakarta mengumumkan pengalihan rute sementara untuk Koridor 7 (Kampung Rambutan–Kampung Melayu). Armada bus arah Kampung Rambutan dialihkan melalui Tol Hek dan tidak melayani Halte Kramat Jati untuk sementara waktu. Penumpang diimbau memantau informasi terkini melalui aplikasi dan media sosial resmi TransJakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi kejadian tersebut dengan tegas. Ia meminta agar operator dan pemilik truk diproses sesuai aturan, sama seperti kasus truk yang menabrak dan merusak JPO di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, pada Juli 2026 lalu. “Kami akan memperlakukan yang sama seperti kejadian di Tendean. Saya akan segera minta kepada OPD terkait untuk melakukan pengecekan,” kata Pramono.
Kejadian truk tersangkut di JPO kembali menjadi sorotan karena bukan pertama kalinya terjadi di Jakarta. Beberapa kasus serupa sebelumnya sempat menyebabkan kerusakan jembatan dan gangguan lalu lintas yang cukup signifikan. Insiden di Kramat Jati ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap muatan dan ketinggian kendaraan besar yang melintas di jalur utama ibu kota.