Viral Video Flexing Anak Berujung Pengunduran Diri Pejabat Gayo Lues, Dea Arranoya Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka

Memuat berita

Nasional

Viral Video Flexing Anak Berujung Pengunduran Diri Pejabat Gayo Lues, Dea Arranoya Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka

Devi Sry Atmaja · 24 Juli 2026 · 19:09 WIB · 3 dibaca
Viral Video Flexing Anak Berujung Pengunduran Diri Pejabat Gayo Lues, Dea Arranoya Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka

Foto: Kompas.com/Iwan Bahagia

Polemik yang dipicu oleh viralnya unggahan bergaya flexing di media sosial berujung pada keputusan besar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, dr. H. Nevirizal, resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab moral setelah unggahan putrinya, Dea Arranoya, menjadi sorotan publik.

Keputusan tersebut diumumkan setelah berbagai konten yang diunggah Dea Arranoya menuai kritik luas dari masyarakat. Dalam sejumlah unggahannya, Dea memperlihatkan gaya hidup mewah, mulai dari perjalanan ke Korea Selatan, Thailand, hingga beberapa negara di Eropa. Selain itu, ia juga mengunggah foto belasan jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) serta tangkapan layar percakapan keluarga yang dianggap menunjukkan kemewahan hidup. Konten-konten tersebut dinilai tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat, terutama saat Gayo Lues masih dalam masa pemulihan pascabencana.

Merespons polemik yang berkembang, Nevirizal menyatakan bahwa pengunduran dirinya merupakan bentuk tanggung jawab sebagai pejabat publik yang harus menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan. Dalam surat pengunduran dirinya, Nevirizal menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil secara sadar demi menjaga nama baik lembaga serta memberikan ruang bagi proses evaluasi di lingkungan pemerintahan.

"Keputusan ini saya ambil dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab akibat munculnya perhatian publik terkait perilaku anggota keluarga saya yang menimbulkan polemik dan telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempat saya mengabdi." pungkasnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan daerah, rekan kerja, serta seluruh masyarakat Kabupaten Gayo Lues atas kegaduhan yang terjadi. Selain itu, Nevirizal mengaku lalai dalam mengawasi penggunaan media sosial oleh anaknya dan menyebut keluarganya tengah mengalami tekanan psikologis akibat polemik tersebut. Sementara itu, Dea Arranoya turut menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui surat bermeterai yang ditujukan kepada masyarakat Kabupaten Gayo Lues dan seluruh warganet. Dalam surat tersebut, ia mengakui seluruh unggahan yang menjadi sorotan merupakan bentuk kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurang bijaknya dirinya dalam menggunakan media sosial.

Dea menegaskan tidak mencari pembenaran atas tindakannya. Ia mengaku menyesal karena unggahan tersebut telah menimbulkan persepsi negatif, melukai perasaan masyarakat, serta menyeret nama baik keluarga dan institusi tempat ayahnya mengabdi. Sebagai bentuk tanggung jawab, ia mengaku telah menghapus seluruh unggahan yang menjadi polemik dan berjanji akan lebih bijaksana dalam bermedia sosial di masa mendatang.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa aktivitas di media sosial dapat membawa dampak yang luas, terutama bagi keluarga pejabat publik. Di tengah tingginya perhatian masyarakat terhadap integritas penyelenggara negara, setiap unggahan yang memperlihatkan gaya hidup mewah berpotensi memunculkan persepsi negatif apabila tidak disikapi dengan bijak.