10 Tahun Merantau di Taiwan, Yuni Akhirnya Pulang dan Bertemu Sang Ibu Berkat BRI

Memuat berita

Nasional

10 Tahun Merantau di Taiwan, Yuni Akhirnya Pulang dan Bertemu Sang Ibu Berkat BRI

Fazlur Rahman · 04 September 2026 · 21:19 WIB · 4 dibaca
10 Tahun Merantau di Taiwan, Yuni Akhirnya Pulang dan Bertemu Sang Ibu Berkat BRI

Foto: Radar Malang

Hampir satu dekade Yuni menjalani kehidupan sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. Selama sekitar 10 tahun bekerja di negeri orang, ia belum pernah sekalipun pulang ke Indonesia untuk bertemu keluarganya. Kerinduan yang selama ini hanya dipendam akhirnya terbayar melalui sebuah kejutan dari BRI.

Melalui program Tali Kasih “Teman Seperjuangan BRI”, Yuni mendapat kesempatan untuk kembali ke Tanah Air dan bertemu dengan sang ibu. Momen tersebut menjadi pengalaman emosional setelah bertahun-tahun Yuni harus menjalani kehidupan jauh dari keluarga demi bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup.

Selama berada di Taiwan, jarak ribuan kilometer memisahkan Yuni dengan keluarganya. Waktu terus berjalan, sementara kesempatan untuk pulang ke Indonesia belum juga datang. Kerinduan kepada ibu pun menjadi bagian dari perjalanan panjang yang harus ia jalani sebagai PMI.

Pertemuan kembali itu akhirnya terwujud ketika BRI memberikan kejutan melalui program Tali Kasih “Teman Seperjuangan BRI”. Tidak hanya menghadirkan momen pertemuan dengan sang ibu, BRI juga memfasilitasi kepulangan Yuni ke Indonesia agar dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

Kepulangan tersebut menjadi momen yang begitu berarti bagi Yuni. Setelah bertahun-tahun menjalani aktivitas dan pekerjaan di Taiwan, ia akhirnya dapat kembali menginjakkan kaki di Tanah Air sekaligus melepas kerinduan kepada orang-orang terdekat.

Bagi seorang PMI, keputusan bekerja di luar negeri sering kali berarti harus menghadapi jarak dan waktu yang panjang dengan keluarga. Di satu sisi, pekerjaan menjadi jalan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Namun di sisi lain, ada momen-momen penting bersama orang tua, anak, pasangan, maupun keluarga yang harus dilewatkan.

Kisah Yuni menggambarkan sisi lain kehidupan pekerja migran yang tidak selalu terlihat dari angka remitansi atau aktivitas ekonomi. Di balik kontribusi mereka bagi keluarga dan perekonomian, terdapat perjuangan emosional karena harus hidup jauh dari orang-orang yang dicintai.

Karena itu, kesempatan untuk pulang dan berkumpul kembali bersama keluarga memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar perjalanan dari Taiwan menuju Indonesia. Bagi Yuni, kepulangan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali merasakan kehangatan keluarga setelah hampir 10 tahun berada di perantauan.

Program Tali Kasih “Teman Seperjuangan BRI” menjadi bagian dari bentuk kepedulian BRI terhadap PMI yang menjalani kehidupan jauh dari Tanah Air. Melalui program tersebut, BRI tidak hanya memberikan dukungan dalam aspek layanan keuangan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang menyentuh sisi kemanusiaan para pekerja migran.

Momen pertemuan Yuni dengan sang ibu pun menjadi simbol bahwa sejauh apa pun seseorang pergi untuk bekerja, keluarga tetap menjadi tempat untuk kembali. Setelah sekitar satu dekade menahan rindu, Yuni akhirnya mendapatkan kesempatan untuk pulang dan memeluk kembali sang ibu.

Pertemuan itu sekaligus menjadi penutup dari penantian panjang yang selama bertahun-tahun hanya bisa dijalani dengan kabar melalui telepon dan komunikasi dari kejauhan. Kini, rindu yang sempat tertahan begitu lama akhirnya menemukan jawabannya dalam sebuah kepulangan sederhana, tetapi penuh makna.