Aksi AMPB di DPR Digelar Hari Ini, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di 3 Zona Jakarta

Memuat berita

Nasional

Aksi AMPB di DPR Digelar Hari Ini, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di 3 Zona Jakarta

Fazlur Rahman · 27 Agustus 2026 · 10:55 WIB · 2 dibaca
Aksi AMPB di DPR Digelar Hari Ini, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di 3 Zona Jakarta

Foto: VOI

Aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, hari ini memicu persiapan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Kepolisian menyiapkan pengaturan arus kendaraan dalam tiga zona untuk mengantisipasi kepadatan di kawasan Senayan dan sekitarnya.

Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan perkembangan jumlah massa dan kondisi kepadatan kendaraan di lapangan. Pengendara yang melintas di sekitar kawasan DPR/MPR RI diminta memperhatikan perubahan arus dan mengikuti arahan petugas.

Pada Zona 1, pengaturan lalu lintas mencakup Jalan Letjen S Parman sisi selatan, mulai dari kawasan Semanggi hingga Simpang Slipi. Rekayasa akan diterapkan apabila kepadatan kendaraan mulai terjadi di ruas tersebut.

Sementara itu, Zona 2 mencakup sejumlah jalur utama yang menghubungkan kawasan Cawang, Gatot Subroto, hingga Senayan. Kendaraan dari arah Cawang yang terdampak pengaturan akan dialihkan melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto, kemudian menuju Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Patal Senayan sebelum melanjutkan perjalanan.

Arus kendaraan dari arah Tomang menuju Cawang pada prinsipnya masih dapat melintas. Namun, kepolisian tetap menyiapkan rekayasa situasional apabila kondisi lalu lintas mengalami peningkatan kepadatan akibat aktivitas massa maupun pengamanan aksi.

Pengaturan lebih luas disiapkan di Zona 3 yang berada di sekitar kawasan DPR/MPR. Salah satu ruas yang terdampak adalah Jalan Letjen S Parman sisi selatan, dari arah Semanggi hingga Simpang Slipi.

Untuk kendaraan yang bergerak dari Tomang menuju Cawang, arus lalu lintas dapat dialihkan melalui Jalan Tomang Raya, Jalan Balikpapan, Jalan Suryopranoto, dan Jalan Juanda. Jalur tersebut menjadi salah satu alternatif untuk menghindari kawasan yang berpotensi mengalami kepadatan.

Sebaliknya, kendaraan dari arah Cawang menuju Tomang akan diarahkan melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika, hingga Jalan Patal Senayan dan ruas berikutnya.

Pengaturan juga berlaku bagi kendaraan dari arah Blok M menuju Tomang. Pengendara dapat diarahkan melalui Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Patal Senayan. Alternatif lainnya adalah melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto menuju Cawang.

Tak hanya kawasan DPR/MPR, kepolisian juga menyiapkan pengaturan lalu lintas di Zona 3 kawasan Istana. Sejumlah ruas yang masuk dalam skema tersebut antara lain Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Kebon Sirih, dan Jalan Budi Kemuliaan.

Untuk kendaraan dari arah Tugu Tani menuju Tanah Abang, arus lalu lintas akan dialihkan melalui Jalan MI Ridwan Rais, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Veteran, dan Jalan Cideng Timur sebelum melanjutkan perjalanan.

Penerapan rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan untuk menjaga mobilitas masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi aparat dalam mengamankan jalannya aksi. Kepolisian perlu memastikan aktivitas penyampaian aspirasi tetap dapat berlangsung tanpa menimbulkan gangguan lalu lintas yang lebih luas.

Bagi masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di sekitar Gedung DPR/MPR RI dan kawasan yang terdampak, penggunaan jalur alternatif dapat menjadi pilihan untuk menghindari potensi kemacetan. Pengendara juga perlu memperhatikan informasi dan instruksi petugas di lapangan karena skema pengalihan dapat berubah sesuai situasi.

Dengan disiapkannya tiga zona pengaturan, kepolisian berharap dampak aksi AMPB terhadap aktivitas masyarakat dapat diminimalkan. Pengamanan dan rekayasa lalu lintas akan terus disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan, terutama jika terjadi peningkatan jumlah massa atau kepadatan kendaraan di sejumlah titik.