Bentrokan Antarwarga di Pulau Adonara Flores Timur Tewaskan Tiga Orang, 20 Rumah Terbakar
FLORES TIMUR, NTT – Bentrokan antarwarga terjadi di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan sejumlah bangunan warga terbakar. Konflik yang melibatkan warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak tersebut juga menyebabkan lima orang lainnya mengalami luka ringan. Kasi Humas Polres Flores Timur, AKP Eliezer A. Kalelado, membenarkan adanya insiden bentrokan yang menyebabkan korban jiwa serta kerusakan sejumlah rumah warga.
"Selain tiga korban meninggal dunia, terdapat lima orang yang mengalami luka ringan. Sebanyak 20 rumah juga terbakar akibat kejadian tersebut," ujar Eliezer.
Bentrokan tersebut membuat situasi di lokasi kejadian sempat mencekam. Api membakar sejumlah rumah warga, sementara masyarakat berupaya menyelamatkan diri dan mengamankan barang-barang berharga dari lokasi yang terdampak. Mendapat laporan mengenai kejadian tersebut, aparat gabungan dari TNI dan Polri langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Pengamanan dilakukan guna mencegah bentrokan kembali terjadi serta memastikan keselamatan warga di kedua desa yang terlibat konflik. Aparat keamanan juga melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat dan warga setempat agar situasi dapat segera kembali kondusif. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memperbesar konflik.
"Kami mengajak seluruh warga untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, serta bersama-sama menjaga persaudaraan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," kata AKP Eliezer.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya bentrokan tersebut. Polisi belum mengungkap latar belakang konflik yang memicu aksi kekerasan antarwarga. Petugas juga terus melakukan pemantauan situasi di wilayah tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi susulan. Masyarakat diminta mempercayakan penanganan kejadian kepada aparat berwenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan saat ini terus berupaya memastikan kondisi warga terdampak mendapatkan penanganan, termasuk keamanan lingkungan dan pemulihan pascakonflik.