BNN Dorong Kurikulum Antinarkotika Masuk Sekolah di Majalengka

Memuat berita

Nasional

BNN Dorong Kurikulum Antinarkotika Masuk Sekolah di Majalengka

Rizqi Akbar Sadly · 08 Agustus 2026 · 18:57 WIB · 4 dibaca
BNN Dorong Kurikulum Antinarkotika Masuk Sekolah di Majalengka

Foto: PontianakNews

MAJALENGKA — Badan Narkotika Nasional (BNN) mendorong penerapan Integrasi Kurikulum Antinarkotika (IKAN) di sekolah-sekolah di Kabupaten Majalengka. Program tersebut menjadi bagian dari gerakan Aksi Nasional Antinarkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (Ananda Bersinar), yang menempatkan edukasi dan pencegahan sejak usia dini sebagai salah satu strategi menghadapi ancaman penyalahgunaan narkotika.

Dorongan tersebut disampaikan Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto saat memberikan kuliah umum di Universitas Majalengka (UNMA), Kamis (6/8/2026). Dalam kesempatan itu, Suyudi menekankan pentingnya membangun kesadaran generasi muda mengenai bahaya narkotika melalui pendidikan yang terintegrasi dengan proses pembelajaran di sekolah.

Menurut Suyudi, anak-anak berada pada fase penting dalam pembentukan karakter dan pola pikir. Karena itu, penguatan literasi antinarkotika dinilai perlu dilakukan secara konsisten agar pemahaman mengenai risiko penyalahgunaan narkoba dapat ditanamkan sejak dini, sekaligus membentuk ketahanan diri anak ketika menghadapi berbagai pengaruh lingkungan.

Penerapan IKAN diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai jenis dan bahaya narkotika, tetapi juga mendorong terbentuknya lingkungan pendidikan yang lebih aktif dalam upaya pencegahan. Pendekatan tersebut menempatkan sekolah sebagai salah satu ruang strategis untuk membangun kesadaran dan karakter generasi muda yang bersih dari narkoba.

Langkah tersebut juga mendapat dukungan dari Bank Mandiri sebagai bagian dari ekosistem Danantara. Dukungan itu diarahkan pada pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya generasi muda, melalui kolaborasi yang mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan sosial, termasuk ancaman penyalahgunaan narkotika.

BNN berharap gerakan Ananda Bersinar dapat memperluas upaya pencegahan narkotika dengan melibatkan sekolah, keluarga, perguruan tinggi, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat. Dengan penguatan edukasi sejak usia sekolah, generasi muda diharapkan memiliki pengetahuan dan ketahanan diri yang lebih baik untuk menjauhi penyalahgunaan narkotika.