Budi Arie Bantah Keretakan Prabowo-Jokowi: Jangan Ada Upaya Adu Domba
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi membantah isu yang menyebut hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengalami keretakan. Menurut Budi Arie, kabar tersebut merupakan bagian dari upaya pihak tertentu untuk mengadu domba kedua tokoh tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Budi Arie dalam pidatonya pada peringatan HUT Projo, Minggu (23/8/2026). Ia meminta agar berbagai pihak tidak memperkeruh hubungan antara Prabowo dan Jokowi yang selama ini menjadi sorotan dalam dinamika politik nasional.
Budi Arie secara tegas menyerukan agar upaya mengadu domba kedua tokoh tersebut dihentikan. Ia menilai perselisihan yang sengaja dibangun antara Prabowo dan Jokowi hanya akan memperlebar polarisasi dan mengganggu stabilitas politik pemerintahan.
“Setop adu domba,” tegas Budi Arie dalam pidatonya.
Menurut Budi Arie, Projo tetap memberikan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dukungan tersebut, kata dia, menjadi bagian dari sikap politik organisasi dalam mengawal pemerintahan yang sedang berjalan.
Namun, dukungan terhadap pemerintah tidak berarti Projo menutup mata terhadap persoalan yang terjadi di sekitar kekuasaan. Budi Arie menegaskan organisasinya juga mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi.
Ia menilai komitmen terhadap pemerintahan yang bersih harus dibuktikan melalui keberanian memberantas praktik korupsi, termasuk apabila praktik tersebut terjadi di lingkungan elite pemerintahan.
“Enggak bisa ngomong pemerintahan antikorupsi kalau membiarkan praktik-praktik korupsi di sekitar elite-elite pemerintahan,” kata Budi Arie.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dukungan Projo terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran disertai penekanan terhadap pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih. Budi Arie menempatkan pemberantasan korupsi sebagai bagian penting dari legitimasi pemerintahan dalam menjalankan mandat rakyat.
Di sisi lain, isu mengenai hubungan Prabowo dan Jokowi terus menjadi perhatian dalam perkembangan politik nasional. Keduanya memiliki sejarah politik yang panjang, terutama setelah Prabowo yang sebelumnya menjadi rival Jokowi dalam Pilpres 2014 dan 2019 kemudian bergabung dalam pemerintahan Jokowi sebagai Menteri Pertahanan.
Prabowo selanjutnya memenangkan Pilpres 2024 bersama Gibran Rakabuming Raka dan menggantikan Jokowi sebagai Presiden pada Oktober 2024. Perubahan kepemimpinan tersebut membuat hubungan politik antara kedua tokoh terus menjadi perhatian publik.
Budi Arie menilai dinamika politik tersebut tidak seharusnya dimanfaatkan untuk menciptakan konflik di antara Prabowo dan Jokowi. Karena itu, ia meminta kader dan pendukung Projo tetap menjaga komunikasi politik serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Dengan sikap tersebut, Projo menegaskan posisinya tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran sekaligus mempertahankan hubungan politik dengan Jokowi. Di saat yang sama, Budi Arie menekankan bahwa dukungan terhadap pemerintah harus berjalan beriringan dengan pengawasan dan komitmen terhadap pemberantasan korupsi di lingkungan kekuasaan.