Budi Gunadi Sadikin Ungkap Penugasan Prabowo untuk Maju sebagai Kandidat Dirjen WHO

Memuat berita

Nasional

Budi Gunadi Sadikin Ungkap Penugasan Prabowo untuk Maju sebagai Kandidat Dirjen WHO

Fazlur Rahman · 30 Agustus 2026 · 13:26 WIB · 2 dibaca
Budi Gunadi Sadikin Ungkap Penugasan Prabowo untuk Maju sebagai Kandidat Dirjen WHO

Foto: Wartaekonomi

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap bahwa dirinya mendapat penugasan dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengikuti proses pencalonan sebagai Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Penugasan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk memperkuat keterwakilan Indonesia dalam kepemimpinan lembaga kesehatan internasional.

Budi mengatakan, arahan dari Presiden Prabowo berkaitan dengan kepentingan Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam forum internasional, khususnya dalam menentukan arah kebijakan kesehatan global. Pencalonan tersebut juga menjadi salah satu upaya memperkenalkan kapasitas dan pengalaman Indonesia di tingkat dunia.

Nama Budi Gunadi Sadikin telah diajukan oleh Indonesia dan tercantum dalam daftar bakal kandidat Direktur Jenderal WHO. Ia akan bersaing dengan sejumlah kandidat lain yang diusulkan negara-negara anggota organisasi tersebut.

Meski demikian, proses pemilihan masih berada pada tahap awal. WHO masih membuka periode pengajuan kandidat hingga 24 September 2026. Setelah masa pengajuan berakhir, para kandidat akan mengikuti tahapan lanjutan sebelum proses pemilihan memasuki tahap akhir.

Tahapan berikutnya mencakup forum kandidat serta proses penyaringan oleh Executive Board WHO. Dari proses tersebut, maksimal tiga nama kandidat akan diteruskan untuk mengikuti tahapan pemilihan berikutnya.

Pemilihan Direktur Jenderal WHO dijadwalkan berlangsung dalam World Health Assembly pada Mei 2027. Dirjen terpilih nantinya akan memimpin WHO menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang masa jabatannya berakhir pada Agustus 2027.

Pencalonan Budi menjadi perhatian karena posisi Direktur Jenderal WHO memiliki peran strategis dalam menentukan arah kerja organisasi kesehatan dunia. Dirjen WHO memimpin koordinasi organisasi dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan global, mulai dari kesiapsiagaan pandemi hingga penguatan sistem kesehatan negara-negara anggota.

Bagi Indonesia, masuknya nama Budi dalam proses pencalonan menjadi kesempatan untuk memperluas peran diplomasi kesehatan di tingkat internasional. Indonesia dapat membawa pengalaman dan perspektif negara berkembang dalam pembahasan berbagai agenda kesehatan dunia.

Budi sendiri menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya tetap menjalankan tugas sebagai Menteri Kesehatan. Proses pencalonan sebagai Dirjen WHO akan diikuti sesuai mekanisme dan tahapan yang telah ditetapkan oleh WHO serta penugasan yang diberikan pemerintah.

Dengan demikian, pencalonan tersebut belum berarti Budi telah terpilih sebagai Dirjen WHO. Masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui, termasuk proses penyaringan dan pemilihan oleh negara-negara anggota WHO.

Pemerintah Indonesia kini memiliki waktu untuk mempersiapkan seluruh proses pencalonan hingga tahapan pemilihan pada 2027. Dukungan diplomatik dan komunikasi dengan negara-negara anggota WHO juga akan menjadi bagian penting dalam perjalanan pencalonan tersebut.

Jika berhasil terpilih, Budi akan menjadi salah satu figur Indonesia yang menempati posisi penting dalam organisasi internasional. Namun, keputusan akhir tetap berada dalam mekanisme pemilihan WHO yang melibatkan negara-negara anggota.

Untuk saat ini, Budi masih menjalankan mandatnya sebagai Menteri Kesehatan sekaligus mengikuti proses pencalonan yang telah dimulai. Tahapan selanjutnya akan menjadi penentu perjalanan kandidat Indonesia menuju pemilihan Direktur Jenderal WHO pada Mei 2027.