Dari Green House hingga Dapur Modern, Prabowo Tinjau Langsung Sistem Pemenuhan Gizi di Palmerah
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah, Jakarta, Selasa (2/6/2026), untuk memastikan program pemenuhan gizi nasional berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, meninjau berbagai fasilitas pendukung mulai dari green house, hidroponik, bioflok, hingga dapur utama yang menjadi pusat produksi makanan bergizi.
Menariknya, SPPG Palmerah dibangun di atas lahan seluas 900 meter persegi dengan bangunan seluas 400 meter persegi dan dilengkapi berbagai peralatan modern yang dirancang untuk menjaga kualitas serta keamanan pangan. Fasilitas tersebut antara lain sistem penyaringan dan pemurnian air (reverse osmosis), water heater untuk mencuci wadah makanan, alat pengering dan sterilisasi UV untuk food tray, hingga biotank modern untuk pengelolaan limbah dapur.
Tidak hanya itu, pengelola juga menjelaskan bahwa SPPG Palmerah telah mengantongi berbagai sertifikasi standar yang berkaitan dengan higienitas, kompetensi, hingga keamanan pangan. Setiap makanan yang diproduksi bahkan dapat diuji menggunakan perangkat khusus guna memastikan tidak terdapat kontaminasi zat berbahaya sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
Sebelum memasuki area produksi, Presiden mengenakan alat pelindung diri (APD) sesuai prosedur keamanan pangan. Di dalam dapur, Presiden melihat langsung alur kerja mulai dari penerimaan bahan baku, proses penimbangan dan pemeriksaan kualitas, pencucian bahan makanan, proses memasak, hingga pemorsian makanan.
Pada kesempatan tersebut, pengelola SPPG juga memperkenalkan menu hari itu, yakni Selat Solo, salah satu kuliner khas Jawa Tengah yang disajikan sebagai bagian dari variasi menu bergizi. Kehadiran menu daerah ini menunjukkan upaya menghadirkan cita rasa Nusantara dalam program pemenuhan gizi sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada para penerima manfaat.
Kunjungan ini memperlihatkan bahwa program pemenuhan gizi tidak hanya berfokus pada pembagian makanan, tetapi juga membangun sistem yang terintegrasi mulai dari penyediaan bahan pangan, pengolahan yang higienis, hingga distribusi yang aman. Dengan dukungan teknologi, standar operasional yang ketat, dan pengawasan langsung dari pemerintah, program ini diharapkan mampu menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan serta menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan produktif di masa depan.