FIFA Pertegas Keputusan: Kartu Kuning Michael Olise Tetap Berlaku, Prancis Was-was Jelang Perempat Final

Memuat berita

Football

FIFA Pertegas Keputusan: Kartu Kuning Michael Olise Tetap Berlaku, Prancis Was-was Jelang Perempat Final

Fazlur Rahman · 09 Juli 2026 · 23:45 WIB · 2 dibaca

Michael Olise kini berada di ujung tanduk. FIFA secara resmi menolak banding Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) atas kartu kuning yang diterima pemain berusia 24 tahun itu pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Paraguay. Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh pelatih Didier Deschamps, meninggalkan Prancis dengan kekhawatiran besar menjelang duel krusial melawan Maroko di perempat final.

Deschamps tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat berbicara di hadapan media pada Rabu sore. “Kami telah menerima keputusan dari FIFA pagi ini. Tidak ada perubahan, kartu kuning Olise tetap berlaku,” ujarnya singkat.

Insiden yang memicu kontroversi terjadi di masa injury time laga Prancis kontra Paraguay. Prancis baru saja memenangi pertandingan dengan skor tipis 1-0 berkat penalti Kylian Mbappé. Di menit ke-97, Olise terlibat insiden dengan gelandang Paraguay Matías Galarza. Olise hanya menarik jersey lawannya, namun Galarza langsung ambruk ke lapangan sambil memegang wajahnya. Wasit pun dengan cepat mengeluarkan kartu kuning untuk Olise.

Tayangan ulang menunjukkan insiden tersebut jauh dari pelanggaran keras. Banyak pihak menyebutnya sebagai diving murni dari pemain Paraguay. FFF pun segera mengajukan banding resmi, berharap FIFA menunjukkan keadilan serupa dengan kasus lain di turnamen ini. Namun, banding tersebut ditolak mentah-mentah.

Akibat keputusan ini, Olise harus bermain dengan ekstra hati-hati saat Prancis menghadapi Maroko di Gillette Stadium, Kamis malam (9 Juli 2026). Satu kartu kuning lagi berarti ia otomatis absen di semifinal—pertandingan yang sangat mungkin dihadapi Les Bleus jika berhasil lolos.

Padahal, Olise sedang dalam performa gemilang sepanjang turnamen. Pemain yang kini berseragam Bayern Munich ini telah menjadi motor kreativitas Prancis dengan catatan assist yang impresif dan kontribusi besar di lini serang. Kehilangan ia di babak empat besar tentu akan sangat merugikan ambisi Prancis untuk meraih gelar juara dunia ketiga.

Deschamps menegaskan timnya tidak boleh larut dalam kekecewaan. “Kami harus fokus pada pertandingan besok. Maroko adalah tim yang sangat berbeda dengan Paraguay. Mereka solid, disiplin, dan memiliki transisi cepat yang berbahaya,” katanya.

Pertemuan ini menjadi pengulangan semifinal Piala Dunia 2022 yang dramatis. Kala itu, Prancis berhasil menaklukkan Maroko. Kini, Maroko datang dengan motivasi tinggi untuk membalas dan menciptakan kejutan lagi di panggung dunia.

Sementara itu, kondisi skuad Prancis juga menjadi perhatian. Gelandang tengah Aurelien Tchouaméni yang absen lawan Paraguay karena cedera berpeluang kembali, meski statusnya masih dipantau hingga menit-menit terakhir.

Keputusan FIFA ini kembali memicu diskusi tentang konsistensi penerapan aturan disiplin di Piala Dunia 2026. Bagi Prancis dan Olise, malam ini bukan hanya soal taktik, melainkan juga pengendalian emosi dan disiplin individu.

Akankah Olise mampu menahan diri dan menjadi pahlawan Prancis? Atau justru kartu kuning sial itu akan merenggut kesempatannya bersinar di babak-babak penentuan? Seluruh pecinta sepak bola dunia menantikan jawabannya di lapangan.