Gempa Darat Guncang Papua, Getaran Terasa di Sarmi hingga Jayapura
PAPUA – Gempa bumi mengguncang wilayah Papua pada Rabu (2/9/2026) pagi. Guncangan yang berpusat di daratan tersebut dirasakan oleh warga di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Jayapura.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Direktur Gempabumi dan Tsunami, Wijayanto, menjelaskan bahwa hasil analisis sementara menunjukkan gempa berasal dari aktivitas tektonik di wilayah daratan Papua. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap
“Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap
Pada skala IV Modified Mercalli Intensity (MMI), guncangan umumnya dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Jendela, pintu, dan dinding dapat bergetar, sementara peralatan rumah tangga ringan maupun benda-benda yang digantung berpotensi bergoyang. Dalam beberapa kasus, suara gemuruh juga dapat terdengar oleh masyarakat yang berada di sekitar pusat gempa.
Sejumlah warga di wilayah terdampak mengaku merasakan getaran yang cukup kuat selama beberapa detik. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan melalui kanal-kanal BMKG maupun pemerintah daerah setempat.
Sebagai wilayah yang berada di jalur pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif, Papua memang termasuk salah satu daerah dengan aktivitas kegempaan yang tinggi di Indonesia. Gempa bumi dengan pusat di daratan maupun laut kerap terjadi sebagai bagian dari dinamika geologi yang berlangsung secara alami.
Tim BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas seismik pascagempa guna memastikan perkembangan situasi di lapangan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, namun tidak perlu panik selama mengikuti prosedur keselamatan kebencanaan yang berlaku. Hingga saat ini, otoritas terkait masih melakukan pendataan dan pemantauan untuk memastikan dampak yang ditimbulkan oleh gempa tersebut terhadap masyarakat maupun infrastruktur di wilayah Papua.