Gempa NTT Tewaskan 111 Orang, 1.631 Warga Luka dan 188 Ribu Jiwa Mengungsi
NTT - Bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menimbulkan dampak besar bagi masyarakat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 111 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut hingga 30 Agustus 2026. Selain korban meninggal, ribuan warga dilaporkan mengalami luka-luka. Berdasarkan data BNPB, jumlah korban luka mencapai 1.631 orang.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, mengatakan dampak gempa juga menyebabkan masyarakat harus meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
"Sebanyak 111 orang meninggal dunia akibat gempa di Nusa Tenggara Timur per 30 Agustus 2026," kata Berton.
Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi tercatat mencapai sekitar 188.161 jiwa. Mereka tersebar di sejumlah lokasi pengungsian setelah rumah maupun lingkungan tempat tinggal terdampak gempa. Besarnya jumlah korban dan pengungsi menunjukkan dampak gempa yang cukup luas di NTT. Selain menyebabkan korban jiwa, bencana tersebut juga mengganggu aktivitas masyarakat dan memaksa ribuan warga membutuhkan penanganan serta bantuan darurat. Pemerintah bersama BNPB dan unsur terkait terus melakukan penanganan terhadap masyarakat yang terdampak. Evakuasi, pendataan korban, pelayanan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar menjadi bagian dari respons kebencanaan di wilayah terdampak.
Korban luka yang mencapai lebih dari 1.600 orang juga membutuhkan penanganan medis. Kondisi tersebut membuat layanan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan penting dalam masa tanggap darurat, terutama bagi warga yang mengalami luka akibat tertimpa bangunan maupun material lainnya. Sementara bagi para pengungsi, kebutuhan seperti makanan, air bersih, tempat tinggal sementara, perlengkapan keluarga, dan layanan kesehatan menjadi perhatian utama. Pemerintah dan berbagai pihak diharapkan terus memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi selama mereka belum dapat kembali ke rumah masing-masing.
BNPB juga terus melakukan pemutakhiran data dampak bencana untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk distribusi bantuan dan penentuan kebutuhan bagi masyarakat terdampak.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap mengikuti arahan petugas dan tidak kembali ke bangunan yang dinilai belum aman. Pemeriksaan terhadap kondisi bangunan menjadi penting untuk mencegah munculnya korban tambahan akibat kerusakan struktur pascagempa.
Dengan jumlah korban meninggal mencapai 111 orang, korban luka 1.631 orang, dan pengungsi sekitar 188.161 jiwa, gempa di NTT menjadi salah satu bencana dengan dampak besar pada periode tersebut. Penanganan terhadap korban dan pengungsi masih terus dilakukan, sementara pemerintah berupaya mempercepat proses pemulihan masyarakat yang terdampak.