Gubernur NTT Minta Supermarket Salurkan Makanan untuk Warga Terdampak Gempa

Memuat berita

Nasional

Gubernur NTT Minta Supermarket Salurkan Makanan untuk Warga Terdampak Gempa

Devi Sry Atmaja · 19 Agustus 2026 · 12:11 WIB · 2 dibaca
Gubernur NTT Minta Supermarket Salurkan Makanan untuk Warga Terdampak Gempa

Foto: AFP/Selo

KUPANG — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena meminta supermarket yang berada di wilayah terdampak gempa bumi untuk ikut membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Permintaan tersebut disampaikan di tengah situasi darurat pascagempa yang membuat sebagian warga kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. Pemerintah daerah meminta pelaku usaha, khususnya supermarket yang masih memiliki persediaan makanan, membantu menyalurkan bahan pangan kepada masyarakat terdampak.

Stok makanan yang dikeluarkan oleh supermarket nantinya akan diganti oleh pemerintah. Skema tersebut disiapkan agar kebutuhan dasar warga dapat segera terpenuhi tanpa harus menunggu seluruh bantuan dari pemerintah maupun lembaga kemanusiaan tiba di lokasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanganan kondisi darurat, terutama di wilayah yang akses distribusi bantuannya masih menghadapi kendala.

Melki menegaskan pemerintah masih memusatkan perhatian pada kebutuhan paling mendesak masyarakat terdampak gempa. Selain memastikan ketersediaan makanan, pemerintah bersama tim gabungan juga terus melakukan evakuasi dan penanganan terhadap warga yang membutuhkan pertolongan. Kebutuhan dasar menjadi prioritas karena masyarakat di sejumlah wilayah terdampak harus menghadapi dampak langsung gempa, mulai dari kerusakan tempat tinggal hingga terganggunya aktivitas sehari-hari. Dalam kondisi seperti ini, ketersediaan makanan dan kebutuhan pokok menjadi sangat penting untuk menjaga kondisi warga selama proses tanggap darurat berlangsung.

Permintaan kepada supermarket merupakan bentuk pelibatan berbagai unsur dalam penanganan bencana. Pemerintah tidak hanya mengandalkan bantuan dari lembaga negara, tetapi juga mendorong sektor swasta dan masyarakat untuk ikut mengambil peran. Dengan memanfaatkan stok makanan yang sudah tersedia di wilayah terdampak, kebutuhan warga dapat dipenuhi lebih cepat sembari menunggu bantuan dalam jumlah lebih besar datang.

Pemerintah memastikan stok yang disalurkan tersebut akan diganti. Dengan demikian, pelaku usaha tetap mendapatkan kepastian atas barang yang diberikan untuk membantu masyarakat dalam situasi darurat. Skema tersebut sekaligus menjadi upaya menjaga agar distribusi bantuan tetap berjalan tanpa menunggu seluruh rantai pasokan kembali normal.

Di sisi lain, pemerintah masih menjalankan berbagai langkah penanganan di lapangan. Evakuasi warga yang terdampak menjadi salah satu prioritas, terutama bagi masyarakat yang berada di lokasi rawan atau membutuhkan penanganan khusus. Pemenuhan kebutuhan dasar juga dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing wilayah.

Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, tim penyelamat, tenaga kesehatan, relawan, hingga masyarakat terus diperlukan agar penanganan dapat berlangsung secara cepat dan terarah. Dalam situasi pascabencana, kecepatan distribusi menjadi faktor penting. Bantuan yang tersedia di sekitar lokasi terdampak dapat menjadi solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan warga sebelum bantuan dalam skala lebih besar tiba.

Ajakan Gubernur NTT kepada supermarket diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi bencana. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dinilai penting agar masyarakat terdampak tetap mendapatkan makanan dan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat. Pemerintah pun terus berupaya memastikan proses evakuasi, penyelamatan, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat berjalan beriringan hingga kondisi di wilayah terdampak berangsur pulih.