Gunung Sinabung Erupsi, Bobby Nasution Pastikan Logistik Pengungsian Aman

Memuat berita

Nasional

Gunung Sinabung Erupsi, Bobby Nasution Pastikan Logistik Pengungsian Aman

Devi Sry Atmaja · 03 September 2026 · 21:01 WIB · 2 dibaca
Gunung Sinabung Erupsi, Bobby Nasution Pastikan Logistik Pengungsian Aman

Foto: Dok. Pemprov Sumut

SUMATERA UTARA — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan kebutuhan dasar warga terdampak erupsi Gunung Sinabung tetap terpenuhi. Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, meninjau kesiapan fasilitas pengungsian sekaligus memastikan ketersediaan logistik bagi masyarakat yang harus meninggalkan rumah akibat aktivitas vulkanik. Sejumlah kebutuhan utama warga di lokasi pengungsian menjadi perhatian pemerintah, mulai dari tempat untuk beristirahat, ketersediaan air bersih, toilet, makanan, hingga fasilitas kesehatan. Bobby mengatakan, pemerintah memastikan seluruh kebutuhan tersebut tersedia dan dapat digunakan oleh masyarakat selama berada di pengungsian.

“Yang kita pastikan baik dari fasilitas mereka tidur, air, toilet, lalu habis itu juga makanannya. Nah ini yang penting untuk kita pastikan dalam kesempatan ini. Stok logistik aman,” kata Bobby.

Menurutnya, ketersediaan logistik menjadi salah satu hal penting yang harus dijaga selama kondisi Gunung Sinabung masih berada dalam status siaga. Pemerintah, kata dia, akan terus memantau kebutuhan warga dan memastikan bantuan dapat disalurkan sesuai kondisi di lapangan.

Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung hingga saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap mengikuti arahan petugas dan tidak melakukan aktivitas di wilayah yang dinilai berbahaya. Bobby menjelaskan, status Gunung Sinabung dapat diturunkan menjadi Level II atau Waspada apabila aktivitas vulkanik mengalami penurunan dan kondisi dinilai lebih aman. Jika status telah diturunkan dan situasi memungkinkan, masyarakat yang sebelumnya mengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing. Namun, pemerintah tetap menempatkan faktor keselamatan sebagai prioritas utama. Keputusan mengenai kepulangan warga akan disesuaikan dengan hasil pemantauan aktivitas Gunung Sinabung dan rekomendasi dari pihak berwenang.

Sebelumnya, Gunung Sinabung mengalami erupsi pada Senin, 31 Agustus, sekitar pukul 10.17 WIB. Erupsi tersebut memunculkan kolom abu vulkanik yang mencapai ketinggian sekitar 3.500 meter atau 3,5 kilometer dari atas puncak gunung. Material vulkanik kemudian menyebar hingga ke sejumlah wilayah permukiman warga, termasuk kawasan Berastagi dan Gunung Sibayak. Kondisi tersebut membuat kewaspadaan masyarakat dan pemerintah kembali meningkat. Warga yang berada di kawasan terdampak diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gunung api.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah memastikan warga yang berada di pengungsian tidak kekurangan kebutuhan pokok. Penyediaan makanan, air bersih, tempat beristirahat, toilet, serta layanan kesehatan menjadi bagian dari penanganan terhadap masyarakat terdampak. Kesiapan fasilitas pengungsian dinilai penting mengingat warga kemungkinan harus tinggal sementara di lokasi pengungsian apabila aktivitas Gunung Sinabung belum memungkinkan mereka kembali ke rumah. Pemerintah juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik. Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengacu pada informasi resmi dari pemerintah maupun instansi terkait.

Dengan status Gunung Sinabung yang masih berada di Level III Siaga, kewaspadaan tetap menjadi kunci. Pemerintah memastikan kebutuhan warga terpenuhi, sementara masyarakat diimbau tetap tenang, mematuhi arahan petugas, dan mengutamakan keselamatan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.