Indonesia Calonkan Budi Gunadi Sadikin Jadi Dirjen WHO, Sosok Nonmedis Siap Pimpin Organisasi Kesehatan Dunia

Memuat berita

Nasional

Indonesia Calonkan Budi Gunadi Sadikin Jadi Dirjen WHO, Sosok Nonmedis Siap Pimpin Organisasi Kesehatan Dunia

Fazlur Rahman · 27 Agustus 2026 · 14:58 WIB · 2 dibaca
Indonesia Calonkan Budi Gunadi Sadikin Jadi Dirjen WHO, Sosok Nonmedis Siap Pimpin Organisasi Kesehatan Dunia

Foto: Kumparan.com

Indonesia resmi mencalonkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai kandidat Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pencalonan tersebut menempatkan nama Sadikin dalam persaingan untuk memimpin organisasi kesehatan global tersebut, sekaligus membawa Indonesia ke panggung pemilihan pimpinan tertinggi WHO.

Nama Budi Gunadi Sadikin telah tercatat dalam situs resmi WHO menjelang batas akhir pendaftaran kandidat pada 24 September 2026. Pencalonan ini menjadi perhatian karena Sadikin memiliki latar belakang yang berbeda dari banyak tokoh yang selama ini memimpin organisasi kesehatan dunia.

Berbeda dengan sejumlah pemimpin WHO sebelumnya yang umumnya memiliki latar belakang kedokteran atau kesehatan masyarakat, Sadikin justru meniti sebagian besar kariernya di sektor keuangan dan korporasi. Sebelum dipercaya menjadi Menteri Kesehatan pada 2020, ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk sebagai Direktur Utama Bank Mandiri dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

Latar belakang tersebut sekaligus menjadi salah satu aspek yang menarik perhatian dalam pencalonannya. Pengalaman Sadikin di sektor keuangan dinilai dapat menjadi modal dalam menghadapi salah satu persoalan besar yang tengah dihadapi WHO, yakni tantangan pendanaan untuk menjalankan berbagai program kesehatan global.

Persoalan pembiayaan menjadi semakin penting di tengah kebutuhan organisasi kesehatan internasional untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi pandemi, memperluas akses layanan kesehatan, serta merespons berbagai krisis kesehatan yang muncul di berbagai negara.

Pengalaman Sadikin dalam membangun mekanisme pembiayaan kesehatan global juga menjadi salah satu faktor yang menonjol. Ia merupakan salah satu tokoh yang terlibat dalam perancangan Pandemic Fund, mekanisme pendanaan yang bertujuan memperkuat kesiapsiagaan dan pencegahan pandemi di masa mendatang.

Pandemic Fund diluncurkan di Bali pada 2022 dalam rangkaian pertemuan G20. Kehadiran mekanisme tersebut menunjukkan pentingnya pembiayaan berkelanjutan bagi negara-negara dalam meningkatkan kapasitas menghadapi ancaman pandemi.

Indonesia sendiri sebelumnya telah menunjukkan dukungan terhadap agenda kesehatan global dengan memberikan kontribusi sebesar US$30 juta kepada WHO. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia berkontribusi terhadap penguatan sistem kesehatan internasional sekaligus mengatasi kesenjangan pendanaan.

Pencalonan Sadikin karena itu tidak hanya berkaitan dengan pengalaman sebagai Menteri Kesehatan, tetapi juga membawa pengalaman dalam bidang keuangan, tata kelola, dan pembiayaan kesehatan. Kombinasi tersebut menjadi modal yang ditawarkan Indonesia dalam persaingan menuju posisi Direktur Jenderal WHO.

Jika terpilih, Sadikin akan menjadi figur dengan latar belakang nonmedis yang cukup berbeda dibandingkan mayoritas pemimpin WHO sebelumnya. Pengalamannya di bidang keuangan dan manajemen korporasi dapat memberikan perspektif berbeda dalam mengelola organisasi internasional yang menghadapi tantangan pendanaan dan kebutuhan koordinasi lintas negara.

Pencalonan tersebut juga memiliki arti strategis bagi Indonesia. Posisi Direktur Jenderal WHO merupakan salah satu jabatan penting dalam tata kelola kesehatan global karena pemimpinnya berperan mengarahkan agenda organisasi dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan lintas negara.

Selain itu, jika berhasil terpilih, Sadikin akan menjadi tokoh pertama dari Indonesia dan Asia Tenggara yang memimpin WHO sebagai Direktur Jenderal. Hal tersebut akan menjadi pencapaian penting bagi Indonesia sekaligus meningkatkan keterwakilan kawasan Asia Tenggara dalam kepemimpinan organisasi kesehatan global.

Namun, perjalanan menuju posisi tersebut masih panjang. Setelah proses pencalonan, kandidat akan melalui tahapan seleksi dan pemilihan sesuai mekanisme WHO. Persaingan antarnegara dan kandidat akan menjadi bagian penting sebelum keputusan akhir ditetapkan.

Dengan mencalonkan Budi Gunadi Sadikin, Indonesia menawarkan kombinasi pengalaman kesehatan, keuangan, dan manajemen dalam menghadapi tantangan organisasi kesehatan dunia. Pencalonan ini sekaligus menjadi ujian diplomasi Indonesia untuk memperoleh dukungan negara-negara anggota WHO.

Terlepas dari hasil akhirnya, masuknya nama Sadikin dalam daftar kandidat telah membuka babak baru bagi keterlibatan Indonesia dalam kepemimpinan kesehatan global. Jika berhasil, pengalaman seorang mantan bankir yang kemudian memimpin sektor kesehatan Indonesia akan menjadi perspektif baru dalam sejarah kepemimpinan WHO.