Kejagung Ungkap Keterlibatan Anggota TNI dan Polri Aktif dalam Kasus Penyimpangan MBG

Memuat berita

Nasional

Kejagung Ungkap Keterlibatan Anggota TNI dan Polri Aktif dalam Kasus Penyimpangan MBG

Devi Sry Atmaja · 04 Juli 2026 · 13:45 WIB · 2 dibaca
Kejagung Ungkap Keterlibatan Anggota TNI dan Polri Aktif dalam Kasus Penyimpangan MBG

Foto: Antara/Nadia Putri Rahmani

Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menggemparkan publik dengan fakta terbaru terkait dugaan penyimpangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025-2026. Aparat penegak hukum menemukan indikasi keterlibatan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang masih aktif.

Yang paling mengejutkan, Kejagung telah menetapkan seorang anggota Polri aktif sebagai tersangka dalam kasus ini pada Kamis (2/7/2026). Penetapan tersangka tersebut menandakan langkah serius penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga memanfaatkan program unggulan pemerintah untuk kepentingan pribadi.

Meski belum merinci identitas lengkap para pelaku, Kejagung menyebutkan adanya dugaan keterlibatan lebih dari satu anggota TNI dan Polri. Penyidik masih mendalami peran masing-masing dalam dugaan penyimpangan tata kelola program MBG, termasuk potensi korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan mark-up anggaran.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan anggaran yang sangat besar, program ini menjadi perhatian publik sejak awal pelaksanaannya.

Namun, di tengah upaya percepatan distribusi makanan bergizi ke sekolah-sekolah dan masyarakat, justru muncul dugaan penyimpangan yang melibatkan oknum aparat keamanan. Hal ini tentu menjadi pukulan berat karena melibatkan institusi yang seharusnya menjadi teladan dalam menjaga integritas negara.

Kejagung dipastikan akan terus melakukan pengembangan penyidikan secara transparan. Tim penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) sedang mengumpulkan bukti-bukti tambahan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan penelusuran aliran dana.

Kabar keterlibatan anggota TNI dan Polri aktif ini langsung menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Banyak yang menuntut agar proses hukum dilakukan tanpa pandang bulu, apapun pangkat dan jabatannya. Kejagung menyatakan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini demi menjaga kepercayaan publik terhadap program pemerintah dan institusi penegak hukum itu sendiri. Penyidikan masih berlanjut. Publik menanti informasi resmi berikutnya mengenai perkembangan kasus, termasuk kemungkinan penetapan tersangka baru dari kalangan TNI.