Memuat berita

Politik

KPK Telusuri Peran Sejumlah Pihak dalam OTT Imigrasi, Keberadaan Wamen Imipas Jadi Sorotan

Fazlur Rahman · 03 Juni 2026 · 20:42 WIB · 4 dibaca

JAKARTA – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Imigrasi Jakarta Barat masih menyisakan banyak tanda tanya. Setelah mengamankan belasan orang dan menyita berbagai barang bukti, penyidik kini disebut masih berupaya mencari serta menghubungi Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim.

Juru Bicara KPK menyatakan bahwa proses penanganan perkara masih berjalan intensif. Tim penyidik masih bergerak di sejumlah lokasi untuk mengumpulkan keterangan dan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus yang sedang dikembangkan tersebut.

OTT yang dimulai sejak Selasa (2/6/2026) malam itu menjadi perhatian publik karena menyasar salah satu instansi yang memiliki peran penting dalam pelayanan keimigrasian. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan belasan orang, termasuk Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Ronald Arman Abdullah.

Tak hanya mengamankan sejumlah pihak, penyidik juga menyita berbagai barang bukti yang nilainya diduga tidak sedikit. Barang bukti yang diamankan meliputi kendaraan, uang tunai dalam berbagai pecahan, valuta asing, hingga logam mulia. Seluruh barang tersebut kini tengah didalami untuk mengetahui keterkaitannya dengan dugaan tindak pidana korupsi yang sedang diselidiki.

Perkembangan kasus ini semakin menarik karena penyelidikan tidak hanya dilakukan di Jakarta. KPK disebut melakukan penelusuran ke sejumlah wilayah lain, termasuk Bali dan Jawa Barat. Langkah tersebut mengindikasikan bahwa penyidik masih berupaya memetakan jaringan pihak-pihak yang diduga terkait dengan perkara tersebut, sekaligus menelusuri kemungkinan adanya aktivitas yang berlangsung lintas daerah.

Di tengah berkembangnya penyelidikan, keberadaan Silmy Karim menjadi salah satu perhatian publik. Hingga kini, KPK belum menjelaskan secara rinci alasan pencarian terhadap Wamen Imipas tersebut maupun kapasitas keterlibatannya dalam perkara yang sedang ditangani. Lembaga antirasuah itu hanya menegaskan bahwa proses pengumpulan informasi dan keterangan masih terus dilakukan.

KPK juga mengimbau seluruh pihak yang mengetahui informasi terkait perkara ini untuk bersikap kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik apabila diperlukan. Sikap terbuka dinilai penting agar proses penegakan hukum dapat berjalan cepat dan transparan.

Sementara itu, masyarakat masih menunggu penjelasan resmi dari KPK mengenai konstruksi perkara, dugaan modus yang digunakan, serta pihak-pihak yang nantinya akan ditetapkan sebagai tersangka. Dengan barang bukti yang cukup beragam dan cakupan penyelidikan yang meluas hingga ke beberapa daerah, kasus OTT Imigrasi Jakarta Barat diperkirakan masih akan terus berkembang dalam beberapa waktu ke depan.