Netanyahu Klaim Iran Hidupkan Kembali Program Nuklir, Sebut Teheran sebagai ‘Kanker’

Memuat berita

Berita International

Netanyahu Klaim Iran Hidupkan Kembali Program Nuklir, Sebut Teheran sebagai ‘Kanker’

Devi Sry Atmaja · 01 September 2026 · 22:24 WIB · 2 dibaca
Netanyahu Klaim Iran Hidupkan Kembali Program Nuklir, Sebut Teheran sebagai ‘Kanker’

Foto: AFP/Ronen Zvulun

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim Iran tengah berupaya menghidupkan kembali program nuklirnya meski sebelumnya telah menghadapi kampanye militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Teheran. Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu dalam sebuah wawancara di tengah upayanya meraih dukungan politik menjelang pemilu Israel. Dalam wawancara itu, Netanyahu menyinggung ancaman yang menurutnya masih berasal dari Iran, terutama terkait pengembangan kembali kemampuan nuklir negara tersebut.

Netanyahu bahkan menggunakan istilah keras dengan menyamakan Iran sebagai “kanker” yang berpotensi kembali muncul meski sebelumnya telah berusaha ditekan melalui operasi militer.

“Kami mengenali kanker ini, sebuah benjolan kanker, dan Anda tahu bahwa setelah Anda mengangkat kanker. Jika Anda tidak mengangkatnya, Anda (hadapi) kematian,” ujar Netanyahu dalam wawancara tersebut, seperti dikutip dari Viory, Senin (31/8/2026).

Menurut Netanyahu, ancaman dari Iran belum sepenuhnya berakhir. Ia mengisyaratkan bahwa upaya militer yang telah dilakukan terhadap Teheran tidak serta-merta menghilangkan kemampuan Iran untuk mengembangkan kembali program nuklirnya. Klaim tersebut muncul dalam situasi hubungan Israel dan Iran yang masih berada dalam kondisi tegang. Program nuklir Iran selama bertahun-tahun menjadi salah satu isu utama dalam konflik antara kedua negara. Israel berulang kali menuduh Teheran berupaya mengembangkan kemampuan nuklir yang dapat mengancam keamanan Israel.

Iran sendiri selama ini menyatakan program nuklirnya memiliki tujuan damai dan membantah tuduhan bahwa negaranya tengah mengembangkan senjata nuklir. Teheran juga secara konsisten menolak berbagai tuduhan Israel mengenai tujuan militer dari program nuklirnya. Pernyataan terbaru Netanyahu menunjukkan bahwa isu nuklir Iran masih menjadi bagian penting dari agenda keamanan dan politik Israel. Dengan pemilu yang semakin dekat, isu ancaman dari Teheran juga berpotensi menjadi salah satu materi utama dalam perdebatan politik domestik Israel.

Netanyahu diketahui telah lama menjadikan ancaman nuklir Iran sebagai salah satu isu utama dalam kebijakan keamanan pemerintahannya. Ia berulang kali menekankan bahwa Israel harus mencegah Iran memperoleh kemampuan yang dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir.

Di sisi lain, klaim mengenai kebangkitan kembali program nuklir Iran perlu dilihat dalam konteks perkembangan intelijen dan situasi geopolitik yang terus berubah. Informasi mengenai aktivitas nuklir Iran menjadi isu sensitif karena menyangkut keamanan kawasan Timur Tengah dan berpotensi memicu eskalasi lebih lanjut antara Israel, Iran, serta negara-negara lain yang terlibat.

Pernyataan Netanyahu tersebut pun kembali menempatkan program nuklir Iran sebagai sorotan internasional. Jika benar terjadi upaya pemulihan kemampuan nuklir Iran setelah serangkaian serangan militer, perkembangan tersebut dapat menjadi tantangan baru bagi upaya diplomasi dan stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.