Outlander Tabrak Taksi Listrik hingga Warga di Surabaya, Satu Orang Tewas
Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, dan berujung pada meninggalnya seorang warga berinisial RPK (25). Korban sempat menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya setelah mengalami luka berat akibat kecelakaan tersebut.
Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya mengatakan kecelakaan bermula ketika Mitsubishi Outlander yang dikemudikan ENR (32) menabrak sebuah taksi listrik yang sedang terparkir.
Setelah menabrak taksi listrik, kendaraan tersebut tidak langsung berhenti. Mitsubishi Outlander yang dikemudikan ENR terus melaju hingga kembali menabrak RPK yang saat itu sedang menaikkan barang ke sebuah mobil pikap di Jalan Gubernur Suryo.
Akibat benturan tersebut, RPK mengalami luka berat. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, kondisi korban memburuk hingga akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian kejadian dan faktor yang menyebabkan kecelakaan. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, aparat menduga kecelakaan tersebut terjadi akibat kelalaian manusia.
Fakta lain yang menjadi perhatian penyidik adalah status kelengkapan kendaraan dan pengemudi. Polisi menyebut ENR diketahui tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) maupun Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
Kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan karena pengemudi kendaraan bermotor wajib memenuhi persyaratan administrasi dan memiliki kemampuan mengemudi sesuai ketentuan lalu lintas. Polisi selanjutnya akan mendalami seluruh unsur yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian saat berkendara, termasuk memastikan pengemudi memiliki kompetensi dan dokumen berkendara yang sesuai. Kelalaian sekecil apa pun di jalan raya dapat menimbulkan konsekuensi serius, terutama ketika kendaraan berada di kawasan dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat.
Polisi masih menangani kasus tersebut untuk menentukan rangkaian kejadian secara utuh serta langkah hukum terhadap pihak yang dinilai bertanggung jawab. Penyelidikan juga diperlukan untuk memastikan seluruh fakta sebelum proses hukum dilanjutkan.