Prabowo Ambil Lima Langkah Taktis Percepat Penanganan Karhutla di Kalimantan

Memuat berita

Nasional

Prabowo Ambil Lima Langkah Taktis Percepat Penanganan Karhutla di Kalimantan

Fazlur Rahman · 24 Agustus 2026 · 11:09 WIB · 2 dibaca
Prabowo Ambil Lima Langkah Taktis Percepat Penanganan Karhutla di Kalimantan

Foto: Informasi.com

Presiden Prabowo Subianto mengambil lima langkah taktis untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memastikan upaya pemadaman berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan mampu menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit ditangani.

Langkah pemerintah dilakukan di tengah masih berlangsungnya aktivitas karhutla di sejumlah daerah Kalimantan. Selain mengatasi api yang terlihat di permukaan, pemerintah juga menghadapi ancaman bara yang masih tersimpan di bawah permukaan, terutama pada kawasan lahan gambut.

Lima kebijakan yang disiapkan mencakup mobilisasi tambahan 1.500 personel TNI, optimalisasi operasi pemadaman melalui jalur darat, penambahan enam unit helikopter untuk mendukung operasi water bombing, peningkatan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta penguatan infrastruktur penanganan lahan gambut.

Penambahan personel TNI diharapkan memperkuat sumber daya yang sudah berada di lapangan. Ribuan personel tersebut dapat membantu berbagai kegiatan penanganan, mulai dari pemadaman, pemantauan wilayah rawan, hingga mendukung koordinasi dengan unsur pemerintah daerah dan tim penanggulangan bencana.

Selain mengandalkan kekuatan personel, operasi darat juga akan dioptimalkan. Pemadaman dari darat menjadi bagian penting karena petugas dapat melakukan penanganan langsung terhadap titik api sekaligus mencegah api merambat ke wilayah lain.

Upaya tersebut kemudian diperkuat dengan penambahan enam unit helikopter untuk operasi water bombing. Penggunaan helikopter memungkinkan air dijatuhkan langsung dari udara ke titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat, terutama di kawasan dengan medan yang berat atau akses terbatas.

Pemerintah juga memperbanyak pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai salah satu upaya untuk mendukung penanganan karhutla. Operasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang menjadi sasaran, sehingga kondisi lahan menjadi lebih basah dan potensi penyebaran api dapat ditekan.

Namun, tantangan karhutla di Kalimantan tidak hanya berasal dari api yang terlihat. Kawasan gambut memiliki karakteristik khusus karena kebakaran dapat menjalar hingga ke lapisan bawah permukaan. Bara yang tertinggal di dalam tanah berpotensi kembali memicu kebakaran ketika kondisi kembali kering dan tidak ditangani secara menyeluruh.

Karena itu, penguatan infrastruktur penanganan lahan gambut menjadi bagian penting dari strategi pemerintah. Infrastruktur tersebut diperlukan untuk mendukung pengelolaan tata air, pemantauan, serta penanganan kawasan gambut yang terdampak kebakaran.

Kelima langkah tersebut pada akhirnya tidak hanya ditujukan untuk mempercepat pemadaman, tetapi juga mencegah kebakaran meluas dan mengurangi kemungkinan munculnya kembali titik api. Pemerintah berupaya menggabungkan penanganan melalui jalur darat dan udara dengan dukungan personel serta intervensi terhadap kondisi cuaca.

Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap penanganan karhutla di Kalimantan dapat dilakukan secara lebih terpadu. Kecepatan respons menjadi penting karena kebakaran yang terlambat dikendalikan berpotensi memperluas kerusakan lingkungan sekaligus meningkatkan dampak asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.