Presiden Prabowo Tunjuk BPI Danantara Ekspor Listrik ke Singapura Akhir 2026
Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menugaskan Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) sebagai pelaksana perdagangan lintas batas, khususnya proyek ekspor listrik ke Singapura. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat kerja sama ekonomi regional di sektor energi.
Selain fokus pada ekspor listrik, Danantara juga mendapat penugasan luas di bidang energi, ekonomi digital, serta pengembangan ekosistem digital. Penunjukan ini diharapkan dapat mempercepat realisasi berbagai proyek strategis nasional sekaligus meningkatkan pendapatan negara dari sektor ekspor.
Sebelumnya, Danantara telah menyatakan bahwa ekspor listrik ke Singapura direncanakan mulai berjalan pada akhir tahun 2026. Saat ini, sudah ada enam hingga tujuh perusahaan yang memperoleh conditional license
Proyek ekspor listrik ini menjadi salah satu inisiatif penting pemerintahan Prabowo Subianto untuk memanfaatkan potensi energi Indonesia yang melimpah, sekaligus mendukung target transisi energi dan kerja sama dengan negara tetangga.
Dengan penugasan ini, BPI Danantara diharapkan mampu menjembatani investasi, mengkoordinasikan berbagai pemangku kepentingan, serta memastikan proyek berjalan sesuai target waktu dan standar internasional. Keberhasilan proyek ekspor listrik ke Singapura juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi ekspansi perdagangan lintas batas Indonesia di masa mendatang.
Pemerintah optimistis bahwa kolaborasi ini akan memberikan multiplier effect positif bagi perekonomian nasional, termasuk penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan peningkatan devisa negara.