Rapat Banggar DPRD Riau Berujung Ricuh, Pendukung Dua Legislator Terlibat Bentrokan di Gedung Dewan

Memuat berita

Politik

Rapat Banggar DPRD Riau Berujung Ricuh, Pendukung Dua Legislator Terlibat Bentrokan di Gedung Dewan

Devi Sry Atmaja · 21 Juli 2026 · 14:37 WIB · 2 dibaca
Rapat Banggar DPRD Riau Berujung Ricuh, Pendukung Dua Legislator Terlibat Bentrokan di Gedung Dewan

Foto: Istimewa

ekanbaru, Riau – Suasana di Gedung DPRD Provinsi Riau memanas setelah terjadi kericuhan yang melibatkan pendukung dua anggota dewan pada Kamis (16/7/2026) siang. Bentrokan pecah usai rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Riau berlangsung. Kericuhan terjadi di ruang rapat hingga area lobi Gedung DPRD Riau. Sejumlah orang terlibat aksi saling dorong, adu pukul, hingga pelemparan barang. Petugas keamanan DPRD terlihat berupaya keras memisahkan pihak-pihak yang terlibat agar situasi tidak semakin meluas.

Peristiwa tersebut diduga dipicu perselisihan antara Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet. Keduanya diketahui berasal dari fraksi yang sama, yakni Partai Golkar. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, ketegangan bermula saat rapat Banggar membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD Riau Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung sejak pagi. Dalam rapat tersebut, Indra Gunawan Eet menyampaikan pandangan yang menyinggung dugaan keterlibatan pimpinan DPRD Riau dalam proses pergeseran APBD Riau 2025. Pernyataan tersebut kemudian memicu interupsi dari Parisman Ihwan yang merasa dirinya menjadi pihak yang disinggung.

Perdebatan antara keduanya kemudian berlangsung semakin panas. Keduanya disebut sempat saling menunjuk, meninggikan suara, hingga terlibat adu argumen di dalam ruang rapat. Situasi bahkan dikabarkan memanas dengan aksi menggebrak meja dan tantangan untuk berduel. Anggota Banggar lainnya kemudian berusaha menenangkan kedua pihak agar konflik tidak berkembang menjadi bentrokan fisik. Setelah situasi mulai terkendali, pimpinan rapat memutuskan untuk melakukan skorsing karena kondisi dianggap tidak lagi kondusif. Namun, ketegangan kembali terjadi setelah rapat dilanjutkan dan berakhir sekitar pukul 14.30 WIB. Sejumlah pendukung dari kedua belah pihak yang berada di area Gedung DPRD Riau terlibat bentrokan hingga membuat suasana gedung dewan menjadi ricuh.

Petugas keamanan DPRD Riau yang berada di lokasi terlihat berusaha mengendalikan massa yang terlibat keributan. Banyaknya orang yang ikut dalam aksi tersebut membuat proses pengamanan berjalan cukup sulit. Kericuhan di lingkungan DPRD Riau ini menjadi sorotan publik karena terjadi saat lembaga legislatif sedang membahas agenda penting terkait pertanggungjawaban anggaran daerah. Peristiwa tersebut juga memunculkan perhatian terhadap pentingnya menjaga etika komunikasi politik dan penyelesaian perbedaan pendapat melalui mekanisme yang demokratis.