Ratusan Siswa-Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, SPPG Kalitengah Disuspend 30 Hari

Memuat berita

Nasional

Ratusan Siswa-Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, SPPG Kalitengah Disuspend 30 Hari

Devi Sry Atmaja · 03 September 2026 · 20:54 WIB · 2 dibaca
Ratusan Siswa-Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, SPPG Kalitengah Disuspend 30 Hari

Foto: Dok. BGN

SIDOARJOKetut Sumedanasuspend

Tak hanya menghentikan sementara operasional SPPG, BGN juga merekomendasikan agar kepala SPPG tersebut dicopot dari jabatannya. Menurut Ketut, langkah tersebut merupakan bentuk respons cepat pemerintah untuk memastikan keamanan makanan dalam pelaksanaan program MBG sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa.

Penanganan dilakukan setelah muncul laporan mengenai ratusan siswa dan santri yang mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu MBG. Berdasarkan data yang disampaikan sebelumnya, jumlah korban dugaan keracunan di Sidoarjo mencapai 566 orang

Gejala yang dilaporkan dialami para korban antara lain mual, muntah, sakit perut, pusing, dan keluhan kesehatan lainnya setelah mengonsumsi makanan MBG. Ketut mengatakan BGN tidak tinggal diam terhadap laporan tersebut. Evaluasi dan penanganan langsung dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi pada penerima manfaat program.

"SPPG tersebut sudah di-suspend

Sanksi terhadap SPPG menjadi bagian dari upaya memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan MBG, khususnya pada aspek keamanan dan kualitas pangan. Dalam pelaksanaan program berskala besar seperti MBG, proses pengolahan makanan harus memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. Pengawasan juga diperlukan mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, penyimpanan, hingga distribusi makanan ke sekolah maupun pesantren.

Sebelumnya, Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho, telah menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Ia mengaku menyesal setelah ratusan penerima manfaat dilaporkan mengalami dugaan keracunan. Rafli juga menjelaskan bahwa makanan MBG di dapur SPPG Kalitengah mulai diolah sekitar pukul 00.00 WIB dan kemudian didistribusikan sekitar pukul 11.00 WIB.

Ia menyebut makanan telah melalui proses pengecekan oleh pihak sekolah sebelum dikonsumsi. Namun, munculnya kasus dugaan keracunan membuat penyebab kejadian masih harus ditelusuri lebih lanjut.

Meski sanksi administratif telah dijatuhkan, penyebab pasti munculnya dugaan keracunan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan sampel makanan dan penelusuran seluruh proses pengolahan hingga distribusi menjadi penting untuk mengetahui sumber masalah. Investigasi juga diperlukan untuk memastikan apakah gangguan kesehatan tersebut berkaitan dengan makanan, proses penyimpanan, distribusi, atau faktor lain.

BGN bersama pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat memastikan seluruh prosedur keamanan pangan dijalankan secara ketat sebelum program MBG kembali dilaksanakan oleh SPPG yang bersangkutan.