Srikandi Jaga Desa: Perempuan Desa Bangkit, Desa Maju Bersama!

Memuat berita

Nasional

Srikandi Jaga Desa: Perempuan Desa Bangkit, Desa Maju Bersama!

Devi Sry Atmaja · 03 Juli 2026 · 14:26 WIB · 4 dibaca
Srikandi Jaga Desa: Perempuan Desa Bangkit, Desa Maju Bersama!

Foto: Foto: Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa Ella Nurlaela Tubagoes berfoto bersama usai membuka Musyawarah Nasional (Munas) perdana Srikandi Jaga Desa di Jakarta, Kamis (2/7/2026). Dok. Ist

Jakarta – Di balik ketahanan sebuah desa, ada kekuatan senyap yang selama ini jarang mendapat sorotan: tangan-tangan perempuan yang tak kenal lelah. Kini, semangat itu tak lagi berjalan sendiri. Melalui Srikandi Jaga Desa, peran mereka dihimpun menjadi gerakan terorganisir yang siap menjadi pendorong utama pembangunan desa di seluruh Indonesia.

Sebagai sayap organisasi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), Srikandi Jaga Desa lahir dari keyakinan kuat bahwa pembangunan desa bukan hanya soal infrastruktur fisik, melainkan juga ketahanan keluarga dan kekuatan ekonomi yang mayoritas digerakkan oleh perempuan.

Momen penting terjadi pada Musyawarah Nasional (Munas) Perdana Srikandi Jaga Desa di Jakarta, Kamis (2/7). Forum ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penyatuan visi bagi calon pengurus pusat hingga daerah menjelang pelantikan resmi. Bukan sekadar membahas struktur, Munas ini berhasil merumuskan langkah konkret agar perempuan desa dapat mengambil peran lebih besar dalam menjaga ketahanan sosial, ekonomi, dan masa depan generasi muda.

Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa, Ella Nurlaela Tubagoes, menegaskan bahwa organisasi ini hadir untuk memperkuat partisipasi perempuan secara terstruktur. “Perempuan memiliki peran strategis di keluarga, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Relevansi gerakan ini semakin kuat melihat data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024: sekitar 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan (sekitar 37 juta orang), yang menyumbang 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Tokoh-tokoh pendukung pun antusias. Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani menyebut Srikandi Jaga Desa sebagai pilar pengawasan yang rasional dan humanis di tingkat akar rumput. Sementara Ketua Umum DPP ABPEDNAS Ir. H. Indra Utama, M.PWK, menambahkan bahwa desa yang kuat tak mungkin terwujud tanpa melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan.

Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa Sherly Tjoanda Laos menekankan pentingnya kemandirian ekonomi perempuan. “Perempuan yang berdaya secara ekonomi akan memiliki suara lebih lantang dalam menentukan masa depan desanya,” katanya.

Tak kalah inspiratif, Dewan Pembina ABPEDNAS sekaligus Bendahara Umum Srikandi Jaga Desa, Maya Miranda Ambarsari S.H., MIB, menyoroti transformasi peran perempuan. “Perempuan bukan lagi pelengkap, melainkan elemen strategis yang memegang kunci efisiensi dan inovasi ekonomi,” tegasnya.

Dengan semangat “Perempuan Berdaya, Desa Berjaya, Indonesia Maju”, Srikandi Jaga Desa siap menjadi motor penggerak lahirnya desa-desa yang tangguh secara sosial, mandiri secara ekonomi, dan siap menghadapi tantangan masa depan dari akar rumput.