Sumbar Kirim 5 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT, Pengiriman Perdana 700 Kilogram
PADANG — Solidaritas masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwujudkan melalui bantuan makanan khas Minangkabau. Sebanyak lima ton rendang disiapkan untuk dikirim secara bertahap kepada masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan tersebut diinisiasi Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar bersama Gebu Minang. Rendang dipilih sebagai bantuan pangan karena dikenal praktis, dapat disimpan dalam waktu relatif lama, serta mudah didistribusikan kepada masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Pengiriman perdana bantuan dilakukan pada Senin (17/8/2026). Sebanyak 700 kilogram rendang diberangkatkan dari Kabupaten Padang Pariaman menggunakan pesawat Hercules A-1333 menuju NTT. Pengiriman awal tersebut menjadi bagian dari total lima ton rendang yang akan disalurkan secara bertahap.
Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar mengatakan, bantuan rendang bukan sekadar makanan, tetapi juga menjadi simbol kepedulian masyarakat Sumbar terhadap warga NTT yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana. Rendang dipilih karena memiliki karakteristik yang sesuai untuk kebutuhan bantuan kebencanaan. Makanan tersebut praktis untuk dikonsumsi dan memiliki daya tahan cukup lama sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan korban gempa.
“Ini bentuk kebahagiaan dan solidaritas karena kami pernah merasakan bahagianya dibantu saat bencana,” ujar Fauzi. Pernyataan tersebut menggambarkan semangat gotong royong yang tumbuh dari pengalaman masyarakat Sumbar ketika menghadapi berbagai bencana di daerahnya.
Total bantuan yang disiapkan mencapai lima ton. Pengiriman dilakukan secara bertahap agar distribusi bantuan dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat terdampak di NTT. Tahap pertama sebanyak 700 kilogram diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules A-1333. Moda transportasi tersebut memungkinkan bantuan dalam jumlah besar dikirim dengan relatif cepat menuju wilayah yang membutuhkan. Selanjutnya, bantuan rendang akan kembali dikirim hingga seluruh alokasi lima ton tersalurkan. Bantuan pangan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat yang terdampak bencana. Selain harus menghadapi kerusakan tempat tinggal dan fasilitas umum, korban gempa juga membutuhkan pasokan makanan yang aman, mudah disalurkan, dan dapat bertahan selama proses distribusi.
Pengiriman rendang ini menjadi bentuk nyata solidaritas antardaerah. Masyarakat Sumbar menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan tidak selalu harus berupa uang atau barang kebutuhan pokok yang umum diberikan. Makanan khas daerah pun dapat menjadi sarana untuk membantu sesama sekaligus membawa identitas budaya ke tengah aksi kemanusiaan. Rendang yang selama ini dikenal sebagai salah satu kuliner khas Minangkabau kini dikirim sebagai bagian dari bantuan bagi masyarakat NTT. Di balik setiap paket rendang, terselip pesan persaudaraan dan kepedulian dari masyarakat Sumbar kepada saudara sebangsa yang tengah menghadapi bencana. Semangat tersebut diharapkan dapat terus mendorong solidaritas masyarakat Indonesia dalam membantu warga yang terdampak bencana, sekaligus memperkuat budaya gotong royong di tengah situasi darurat.