UNODC Peringatkan Perdagangan Orang Semakin Marak lewat Platform Digital, Jobstreet Perkuat Sistem Keamanan

Memuat berita

Nasional

UNODC Peringatkan Perdagangan Orang Semakin Marak lewat Platform Digital, Jobstreet Perkuat Sistem Keamanan

Devi Sry Atmaja · 02 Agustus 2026 · 15:49 WIB · 3 dibaca
UNODC Peringatkan Perdagangan Orang Semakin Marak lewat Platform Digital, Jobstreet Perkuat Sistem Keamanan

Foto: Shutterstock

JAKARTA – Perdagangan orang (trafficking in persons) semakin banyak difasilitasi teknologi digital. Pelaku kini memanfaatkan berbagai platform daring untuk merekrut dan mengeksploitasi korban dengan modus yang kian kompleks.

National Programme Officer UNODC Indonesia, Abie Sancaya, mengungkapkan hal tersebut. Menurutnya, perkembangan teknologi justru dimanfaatkan secara negatif oleh sindikat perdagangan manusia.

“Perdagangan orang saat ini semakin banyak difasilitasi oleh teknologi digital, di mana pelaku memanfaatkan berbagai platform online untuk merekrut dan mengeksploitasi korban melalui modus yang semakin kompleks,” ujar Abie Sancaya.

Sebagai langkah pencegahan, platform pencarian kerja Jobstreet menyatakan telah memperkuat sistem keamanan mereka. Langkah tersebut meliputi verifikasi dokumen perusahaan, penyaringan iklan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI), pemeriksaan khusus terhadap lowongan di sektor dan negara berisiko tinggi, serta penyediaan kanal pelaporan bagi pengguna yang menemukan iklan mencurigakan.

Upaya kolaboratif antara lembaga internasional dan platform digital ini diharapkan dapat menekan celah yang dimanfaatkan pelaku. Masyarakat pun diimbau lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan yang terlalu menggiurkan di dunia maya, terutama yang meminta data pribadi atau biaya di muka.

Peringatan UNODC sekaligus respons Jobstreet menjadi pengingat bahwa ancaman perdagangan orang di era digital membutuhkan kewaspadaan bersama dari pemerintah, platform teknologi, dan masyarakat.