152 Pendaki Gunung Sumbing Berhasil Dievakuasi saat Karhutla, Seluruhnya Dipastikan Selamat

Memuat berita

Nasional

152 Pendaki Gunung Sumbing Berhasil Dievakuasi saat Karhutla, Seluruhnya Dipastikan Selamat

Fazlur Rahman · 22 Oktober 2026 · 17:23 WIB · 2 dibaca
152 Pendaki Gunung Sumbing Berhasil Dievakuasi saat Karhutla, Seluruhnya Dipastikan Selamat

Foto: Harapan Rakyat

Sebanyak 152 pendaki Gunung Sumbing, Jawa Tengah, berhasil dievakuasi di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan tersebut pada Senin (19/10/2026). Polres Wonosobo memastikan seluruh pendaki yang tercatat melalui Basecamp Gajah Mungkur telah turun dengan selamat dan tidak ada seorang pun yang tertinggal.

Kepastian itu diperoleh setelah tim gabungan menerima laporan dari Basecamp Gajah Mungkur di Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, sekitar pukul 23.30 WIB. Petugas kemudian mencocokkan jumlah pendaki yang telah turun dengan data registrasi untuk memastikan seluruh orang yang terdaftar sudah kembali ke basecamp.

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan keselamatan pendaki menjadi prioritas utama dalam penanganan situasi darurat tersebut. Berdasarkan hasil pendataan, seluruh 152 pendaki dilaporkan dalam kondisi sehat, tanpa korban luka maupun kecelakaan selama proses evakuasi. 

Proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari Polres Wonosobo, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Puskesmas Kalikajar, pengelola basecamp, Palang Merah Indonesia (PMI), serta unsur terkait lainnya. Petugas dan relawan bekerja untuk memastikan para pendaki dapat meninggalkan kawasan yang terdampak kebakaran dengan aman.

Proses penjemputan bukan tanpa tantangan. Petugas harus menghadapi medan pendakian yang sulit, kondisi jalur licin, serta keterbatasan jarak pandang pada malam hari. Perjalanan dari Pos III menuju basecamp diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam jam. Untuk membantu penjemputan, sebanyak 40 personel ranger dari pengelola basecamp dikerahkan menuju lokasi pendaki. 

Selain mengevakuasi pendaki, tim gabungan juga mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi risiko bertambahnya orang yang memasuki kawasan berbahaya. Jalur pendakian Gunung Sumbing ditutup melalui sejumlah basecamp. Koordinasi turut dilakukan dengan kepolisian di wilayah sekitar, termasuk Polres Temanggung dan Polresta Magelang, mengingat kawasan pendakian Gunung Sumbing mencakup wilayah hukum yang berbeda.

Tim gabungan juga mendirikan posko pusat kendali di Basecamp Gajah Mungkur. Posko tersebut difungsikan sebagai pusat koordinasi, pemantauan perkembangan situasi, serta penyampaian informasi dan penerimaan pengaduan dari keluarga pendaki yang ingin memastikan kondisi anggota keluarganya.

Meski seluruh pendaki yang terdata melalui Basecamp Gajah Mungkur telah berhasil turun, kebakaran di kawasan Gunung Sumbing belum berhasil dipadamkan. Berdasarkan laporan BPBD Wonosobo, api diketahui pada Senin sore di kawasan Petak 29 RPH Kleseman, BKPH Wonosobo, KPH Kedu Utara, dengan ketinggian sekitar 2.500 hingga 2.709 meter di atas permukaan laut. Operasi pemadaman pada malam hari belum dapat dilanjutkan karena kondisi lapangan dinilai tidak memungkinkan, sementara angin kencang dan api yang terus meluas menambah tantangan petugas. Luas area yang terbakar masih dalam pendataan. 

BPBD Wonosobo bersama unsur gabungan merencanakan penanganan dan pemadaman lanjutan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi serta kondisi terkini di lapangan. Masyarakat dan pendaki diimbau mematuhi arahan petugas dan tidak memasuki kawasan yang ditutup selama situasi masih berisiko.

Keberhasilan mengevakuasi 152 pendaki menjadi langkah penting untuk melindungi keselamatan pengunjung di tengah karhutla. Namun, situasi di Gunung Sumbing masih memerlukan kewaspadaan karena upaya pemadaman belum tuntas. Petugas terus berkoordinasi untuk menentukan langkah lanjutan, sekaligus memastikan tidak ada pendaki lain yang memasuki jalur berbahaya selama penanganan kebakaran berlangsung.