390 Lansia di Tangerang Diwisuda, Ada Nenek Hampir Berusia 100 Tahun
TANGERANG - Sebanyak 390 lanjut usia (lansia) di Kota Tangerang, Banten, mengikuti prosesi wisuda setelah menyelesaikan program sekolah lansia. Para peserta berasal dari 13 kecamatan di Kota Tangerang dan mengikuti rangkaian pembelajaran yang dirancang untuk menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup di usia lanjut.
Prosesi wisuda berlangsung penuh kebahagiaan. Para peserta yang telah menyelesaikan pendidikan sekolah lansia tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Salah satu peserta bahkan diketahui merupakan seorang nenek yang usianya hampir mencapai 100 tahun.
Keikutsertaan peserta lanjut usia dengan rentang usia yang beragam menjadi gambaran bahwa proses belajar dapat terus dilakukan tanpa mengenal batas usia. Program tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi para lansia untuk mendapatkan pengetahuan, tetapi juga menjadi wadah untuk tetap aktif dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Selama mengikuti pendidikan, para peserta mendapatkan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan fisik dan mental. Mereka diajak memahami pentingnya menjaga kondisi tubuh, menerapkan pola hidup sehat, serta mempertahankan aktivitas yang dapat menunjang kesehatan dan kebugaran di masa lanjut usia.
Tidak hanya berfokus pada kesehatan, kegiatan sekolah lansia juga diisi dengan aktivitas kreatif. Para peserta diajak membuat berbagai macam kerajinan tangan sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran sekaligus untuk menjaga produktivitas.
Aktivitas tersebut memberikan kesempatan bagi para lansia untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Interaksi selama mengikuti program juga menjadi ruang bagi para peserta untuk bersosialisasi dan membangun kebersamaan dengan sesama lansia dari berbagai wilayah.
Dengan diwisudanya 390 peserta dari 13 kecamatan, program sekolah lansia di Kota Tangerang diharapkan dapat terus menjadi wadah pembelajaran bagi kelompok lanjut usia. Pendidikan bagi lansia dinilai tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga mendukung mereka agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan memiliki kegiatan positif.
Kehadiran peserta yang berusia hampir 100 tahun juga menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian dalam prosesi tersebut. Semangat mengikuti pendidikan hingga menyelesaikan program menjadi bukti bahwa usia tidak menjadi penghalang untuk terus belajar dan melakukan aktivitas produktif.