7.000 Anggota Linmas Jawa Tengah Hadiri Apel Akbar, Perkuat Solidaritas dan Kesejahteraan

Memuat berita

Nasional

7.000 Anggota Linmas Jawa Tengah Hadiri Apel Akbar, Perkuat Solidaritas dan Kesejahteraan

Devi Sry Atmaja · 22 Oktober 2026 · 17:30 WIB · 6 dibaca
7.000 Anggota Linmas Jawa Tengah Hadiri Apel Akbar, Perkuat Solidaritas dan Kesejahteraan

Foto: Antara

Sekitar 7.000 anggota Linmas dari berbagai daerah di Jawa Tengah memadati GOR Pandanaran Wujil, Kabupaten Semarang. Mereka hadir dalam Apel Akbar Pengukuhan DPD dan DPC Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat atau ASLINMAS serta ABPEDNAS se-Jawa Tengah. Acara ini digelar sebagai momentum penting bagi penguatan organisasi di tingkat provinsi. Kehadiran ribuan anggota menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi. Apel Akbar tersebut menjadi ajang untuk mempererat solidaritas antar anggota Linmas. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong upaya peningkatan kesejahteraan anggota di daerah. Pengukuhan pengurus DPD dan DPC menjadi langkah strategis dalam memperkuat struktur organisasi. Dengan struktur yang solid, diharapkan peran Linmas semakin optimal di tengah masyarakat. Ketua Dewan Pengawas DPP Aslinmas, Reda Manthovani, menegaskan pentingnya memperkuat peran Linmas. 

“Satlinmas sebagai garda terdepan bangsa dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan serta dapat diberdayakan dalam gerakan Pilah Sampah oleh Masyarakat atau biasa disebut Linmas K3, dalam rangka mendukung program Asta Cita Presiden yang keenam, yakni membangun dari desa, dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, serta Indonesia Bersih, Indonesia Asri,” tegas Reda.

Linmas selama ini dikenal memiliki peran vital dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas. Mereka juga aktif dalam penanganan bencana di berbagai wilayah. Kehadiran mereka di tingkat desa dan kelurahan membuat Linmas menjadi garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan warga. Peran tersebut kini diperluas dengan tugas-tugas baru yang lebih strategis. Selain tugas keamanan dan kebencanaan, anggota Linmas kini didorong untuk mengawasi kualitas Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Pengawasan dilakukan melalui sistem Jaga Dapur MBG. Langkah ini diharapkan memastikan makanan yang disajikan kepada penerima manfaat memenuhi standar gizi dan kebersihan. Keterlibatan Linmas dinilai penting karena mereka berada di akar rumput.

Sistem Jaga Dapur MBG menempatkan anggota Linmas sebagai pengawas langsung di tingkat lokal. Mereka diharapkan memantau proses pengolahan hingga distribusi makanan. Dengan demikian, kualitas program dapat terjaga secara berkelanjutan. Pengawasan dari anggota yang akrab dengan kondisi setempat dinilai lebih efektif. Selain pengawasan program pemerintah, anggota Linmas juga didorong membangun kemandirian ekonomi. Salah satu cara yang digaungkan adalah melalui budidaya dan sektor pertanian. Langkah ini diharapkan membuka peluang usaha bagi anggota sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal. Kemandirian ekonomi menjadi bagian penting dari peningkatan kesejahteraan.

Reda Manthovani menilai pemberdayaan Linmas sejalan dengan semangat membangun dari desa. Ia menekankan bahwa anggota Linmas dapat dilibatkan dalam berbagai program strategis pemerintah, termasuk menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung ketahanan ekonomi lokal.

“Linmas K3 dapat menjadi gerakan nyata untuk mewujudkan Indonesia Bersih dan Indonesia Asri,” pungkasnya.

Apel Akbar di GOR Pandanaran Wujil menjadi ruang bagi anggota untuk saling bertukar pengalaman. Mereka datang dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Kehadiran massal ini memperkuat rasa persatuan di tubuh ASLINMAS dan ABPEDNAS. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi mengenai arah organisasi ke depan. Pengukuhan pengurus DPD dan DPC menjadi salah satu agenda utama dalam apel tersebut. Dengan pengurus yang resmi dikukuhkan, koordinasi antar wilayah diharapkan berjalan lebih baik. Struktur organisasi yang kuat menjadi fondasi bagi pelaksanaan program-program strategis. Anggota Linmas menaruh harapan besar pada kepemimpinan yang baru dikukuhkan.

Peran Linmas dalam menjaga Kamtibmas tetap menjadi tugas utama yang tidak boleh diabaikan. Namun, perluasan peran ke pengawasan MBG dan pengembangan ekonomi menunjukkan adaptasi organisasi terhadap kebutuhan zaman. Linmas tidak hanya menjadi penjaga keamanan, tetapi juga mitra pembangunan di tingkat desa. Transformasi peran ini mendapat dukungan dari ribuan anggota yang hadir. Sistem Jaga Dapur MBG menjadi salah satu fokus baru yang mendapat perhatian khusus. Anggota Linmas diharapkan aktif memantau kualitas makanan yang disiapkan untuk program tersebut. Pengawasan yang ketat dinilai penting agar program berjalan sesuai tujuan. Keterlibatan mereka menjadi bentuk kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat.

Budidaya dan sektor pertanian digadang-gadang sebagai jalan menuju kemandirian ekonomi anggota. Dengan memanfaatkan lahan dan potensi lokal, anggota Linmas dapat mengembangkan usaha produktif. Langkah ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan komunitas. Semangat gotong royong menjadi modal utama dalam pengembangan sektor tersebut.