Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Atas Sikap Arogan ke Mahasiswa

Memuat berita

Nasional

Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Atas Sikap Arogan ke Mahasiswa

Devi Sry Atmaja · 22 Oktober 2026 · 17:20 WIB · 2 dibaca
Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Atas Sikap Arogan ke Mahasiswa

Foto: Detiknews

Ajudan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Asky Rizal Toding, secara terbuka meminta maaf. Permohonan maaf disampaikan terkait sikap arogan yang ditunjukkannya kepada sejumlah mahasiswa. Peristiwa terjadi saat mahasiswa berunjuk rasa di kawasan Kantor Gubernur Kaltim. Insiden tersebut menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Asky mengakui bahwa tindakannya merupakan sebuah kesalahan. Ia menyebut perbuatan menyenggol sejumlah mahasiswa sebagai tindakan spontan. Menurutnya, tidak ada instruksi dari pihak mana pun yang memerintahkan sikap tersebut. Pengakuan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab pribadi. Dalam pernyataannya, Asky menyampaikan permohonan maaf secara tulus.

“Saya Asky Rizal Toding yang saat ini bertugas sebagai ajudan Bapak Gubernur Kalimantan Timur secara tulus menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan mahasiswa dan warga masyarakat atas sikap arogansi saya yang terjadi pada hari Senin tanggal 19 Oktober 2026 sekira pukul 18.00 WITA,” kata Asky pada Rabu (21/10/2026).

Ia menyadari bahwa perbuatannya telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi mahasiswa dan masyarakat. Asky menegaskan bahwa tidak ada pembenaran atas tindakannya tersebut. Sikap arogan yang ditunjukkan di lokasi unjuk rasa dinilai tidak pantas. Kesadaran ini menjadi bagian dari permohonan maaf yang disampaikan. Asky kembali menegaskan bahwa tindakannya dilakukan secara spontan. Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari. Komitmen tersebut disampaikan sebagai jaminan bahwa kejadian serupa tidak terulang. Pertanggungjawaban pribadi menjadi fokus utama pernyataannya.

Insiden terjadi pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 18.00 WITA di kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Timur. Saat itu, sejumlah mahasiswa sedang menyampaikan aspirasi melalui unjuk rasa. Kehadiran Asky sebagai ajudan gubernur di lokasi kemudian berujung pada kontak fisik berupa senggolan. Peristiwa tersebut terekam dan menjadi sorotan. Permohonan maaf yang disampaikan Asky ditujukan kepada rekan-rekan mahasiswa serta warga masyarakat. Ia memilih jalur terbuka untuk mengakui kesalahan. Langkah ini diambil untuk meredakan ketegangan yang sempat muncul akibat sikapnya. Publik menyaksikan pernyataan tersebut melalui pemberitaan media.

Sebagai ajudan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Asky memiliki posisi yang dekat dengan pejabat daerah. Sikap yang ditunjukkannya di hadapan mahasiswa unjuk rasa dinilai tidak mencerminkan etika pejabat publik. Oleh karena itu, permohonan maaf menjadi langkah yang diharapkan banyak pihak. Kesadaran akan kesalahan disampaikan secara langsung. Asky menekankan bahwa tidak ada pihak yang memberikan instruksi terkait tindakannya. Segala yang terjadi merupakan inisiatif spontan di lapangan. Penegasan ini penting untuk memastikan bahwa sikap tersebut tidak merepresentasikan kebijakan atau arahan pejabat lain. Tanggung jawab sepenuhnya berada di pundaknya.

Ketidaknyamanan yang dialami mahasiswa dan masyarakat akibat sikap arogansi diakui secara terbuka. Asky tidak mencari alasan untuk membenarkan perbuatannya. Ia memilih mengakui kesalahan dan meminta maaf. Langkah tersebut diharapkan dapat memperbaiki hubungan dengan pihak yang merasa dirugikan. Janji untuk tidak mengulangi perbuatan serupa menjadi penutup pernyataan Asky. Komitmen ini disampaikan di tengah sorotan publik terhadap insiden di kawasan Kantor Gubernur. Masyarakat menanti realisasi dari janji tersebut dalam setiap tugas yang dijalankan. Integritas pejabat publik kembali menjadi perhatian.

Unjuk rasa mahasiswa di kawasan Kantor Gubernur Kaltim pada Senin sore menjadi latar kejadian. Penyampaian aspirasi yang seharusnya berjalan damai sempat terganggu oleh sikap salah satu petugas. Permohonan maaf Asky menjadi upaya untuk mengembalikan suasana. Proses dialog dan penyampaian pendapat diharapkan tetap terjaga. Pernyataan resmi Asky yang dilansir media menjadi dokumen publik atas pengakuan kesalahannya. Ia tidak mengelak dari fakta yang terjadi pada 19 Oktober 2026. Sikap tulus dalam meminta maaf menjadi poin yang ingin disampaikan. Publik dapat menilai sendiri kesungguhan dari pernyataan tersebut.

Sebagai bagian dari lingkungan pemerintahan daerah, Asky diharapkan mampu menjaga etika dalam setiap interaksi dengan masyarakat. Insiden menyenggol mahasiswa menjadi pelajaran penting. Permohonan maaf yang disampaikan secara terbuka menjadi langkah awal perbaikan. Ke depan, sikap profesionalisme harus lebih dikedepankan.