Antrean SPBU Bali Mengular, Pertalite dan Pertamax Kosong di Sejumlah Lokasi meski Pasokan Tambahan Tiba

Memuat berita

Nasional

Antrean SPBU Bali Mengular, Pertalite dan Pertamax Kosong di Sejumlah Lokasi meski Pasokan Tambahan Tiba

Fazlur Rahman · 13 Oktober 2026 · 16:06 WIB · 3 dibaca

Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali masih dikeluhkan warga hingga Senin (12/10/2026). Di beberapa wilayah, termasuk Kabupaten Tabanan, stok Pertalite dan Pertamax dilaporkan habis sehingga pengendara terpaksa mencari SPBU lain atau membeli bensin eceran untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar.

Situasi tersebut membuat warga harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM. Antrean kendaraan bahkan dilaporkan memanjang hingga ke bahu jalan di sejumlah lokasi, sehingga berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas. Kondisi ini menimbulkan keresahan, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan kendaraan untuk bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Di Kabupaten Tabanan, sejumlah SPBU dilaporkan mengalami kekosongan stok. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah SPBU di Jalan Pulau Batam, kawasan Pesiapan, yang dilaporkan tidak melayani pengisian karena stok Pertalite dan Pertamax habis. Sejumlah pengendara tetap mendatangi lokasi tersebut meski harus menghadapi kenyataan bahwa BBM yang dicari tidak tersedia.

Sebagian warga akhirnya beralih membeli bensin eceran di warung untuk memastikan kendaraannya tetap dapat digunakan. Sementara itu, pengendara lain memilih mendatangi SPBU berbeda dengan harapan masih bisa memperoleh BBM. Namun, upaya berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya tidak selalu membuahkan hasil karena persoalan ketersediaan stok juga dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi lain.

Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Tabanan. Antrean panjang juga dilaporkan di beberapa SPBU di Denpasar dan Badung. Kendaraan yang mengantre bahkan disebut memanjang hingga ke jalan raya, membuat distribusi BBM menjadi persoalan yang mendapat perhatian masyarakat di berbagai wilayah Bali.

Pertamina Patra Niaga sebelumnya menjelaskan bahwa keterlambatan pasokan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan Pertalite di Bali. Untuk mengatasi kondisi tersebut, perusahaan memperkuat pasokan melalui pengiriman BBM menggunakan kapal tanker yang membawa 18.000 kiloliter Pertalite dan 2.500 kiloliter Pertamax.

Tambahan pasokan tersebut merupakan bagian dari pengiriman bertahap dengan total muatan mencapai 26.200 kiloliter. Kapal pengangkut dijadwalkan tiba pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 melalui Terminal BBM Sanggaran di Denpasar serta Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem. 

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Ahad Rahedi, menyatakan perusahaan terus memperkuat pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Distribusi ke SPBU juga dioptimalkan dengan mempertimbangkan tingkat konsumsi dan kondisi stok di setiap wilayah.

Pertamina turut mempercepat proses pembongkaran muatan di terminal BBM dan penyaluran ke SPBU. Langkah ini diharapkan dapat membantu memulihkan ketersediaan bahan bakar, terutama di daerah yang mengalami kekosongan stok dan antrean panjang.

Meski tambahan pasokan telah tiba dan pengiriman berikutnya dijadwalkan secara bertahap, kondisi di lapangan belum sepenuhnya pulih. Kekosongan stok di sejumlah SPBU menunjukkan bahwa proses distribusi hingga ke titik penjualan masih menjadi faktor penting dalam memastikan masyarakat dapat kembali memperoleh BBM dengan lebih mudah.

Di Kabupaten Tabanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat sebelumnya menyebut pasokan BBM ke wilayah tersebut mengalami penurunan hingga sekitar 50 persen. SPBU yang biasanya menerima pasokan 16 kiloliter disebut hanya memperoleh sekitar 8 kiloliter. Keterlambatan kapal pengangkut di Pelabuhan Manggis juga disebut turut memengaruhi kelancaran distribusi. 

Situasi ini memperlihatkan bahwa penambahan pasokan perlu diikuti distribusi yang merata dan tepat waktu agar tidak terjadi penumpukan permintaan di SPBU tertentu. Informasi mengenai ketersediaan BBM di masing-masing wilayah juga menjadi penting supaya pengendara dapat menentukan tempat pengisian tanpa harus berulang kali berpindah lokasi.

Di tengah kondisi tersebut, Pertamina mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi dari saluran resmi perusahaan untuk memperoleh keterangan terbaru mengenai pasokan dan pelayanan di SPBU.

Warga berharap tambahan pasokan segera berdampak pada kondisi di lapangan, sehingga antrean panjang dan kekosongan stok tidak terus berulang. Bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada kendaraan, ketersediaan BBM bukan hanya menyangkut kenyamanan, tetapi juga kelancaran pekerjaan dan aktivitas ekonomi.

Pemulihan distribusi BBM di Bali kini menjadi perhatian penting, terutama di wilayah yang masih melaporkan kekosongan stok. Kelancaran pasokan hingga ke SPBU diharapkan dapat mengurangi antrean, menjaga arus lalu lintas, dan memastikan kebutuhan bahan bakar masyarakat terpenuhi secara bertahap.