BEM UI Gelar Aksi “Rebut Kemerdekaan” di Tosari, 6.962 Personel Dikerahkan Kawal Demonstrasi

Memuat berita

Nasional

BEM UI Gelar Aksi “Rebut Kemerdekaan” di Tosari, 6.962 Personel Dikerahkan Kawal Demonstrasi

Devi Sry Atmaja · 18 Agustus 2026 · 15:48 WIB · 3 dibaca
BEM UI Gelar Aksi “Rebut Kemerdekaan” di Tosari, 6.962 Personel Dikerahkan Kawal Demonstrasi

Foto: Kompas.com/Ridho Danu Prasetyo

JAKARTA — Massa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mulai memadati kawasan Tosari, tepatnya di depan Gedung UOB, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). Aksi tersebut mengusung tema “Rebut Kemerdekaan” dan menjadi momentum mahasiswa menyampaikan kritik serta sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Berdasarkan pantauan di lokasi, mahasiswa membawa berbagai spanduk yang memuat tuntutan terkait persoalan sosial, ekonomi, kebijakan pemerintah, hingga penanganan bencana. Sejumlah mahasiswa juga terlihat menyampaikan orasi di tengah massa aksi. Aksi digelar sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momentum tersebut dimanfaatkan BEM UI untuk mempertanyakan kembali makna kemerdekaan serta kondisi masyarakat yang mereka nilai masih menghadapi berbagai persoalan.

Sejumlah isu menjadi sorotan utama dalam aksi BEM UI. Di antaranya tuntutan penurunan harga kebutuhan pokok, penghentian pemangkasan anggaran daerah, serta percepatan penanganan bencana di sejumlah wilayah. Mahasiswa juga membawa tuntutan agar pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) turut menjadi bagian dari tuntutan yang disuarakan dalam demonstrasi. Spanduk-spanduk berisi tuntutan tersebut terlihat dibawa oleh mahasiswa di sekitar lokasi aksi. Orasi juga terus dilakukan untuk menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.

Polda Metro Jaya sebelumnya telah menetapkan pembatasan titik penyampaian aspirasi hingga kawasan UOB Plaza. Kepolisian menyatakan pembatasan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat umum, terutama kelancaran aktivitas warga dan arus lalu lintas di kawasan Jakarta Pusat. Kawasan Jalan MH Thamrin merupakan salah satu jalur utama Ibu Kota dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat. Karena itu, pengaturan lokasi aksi menjadi bagian dari strategi kepolisian untuk menjaga agar demonstrasi tetap berlangsung tanpa mengganggu mobilitas masyarakat secara luas.

Untuk mengamankan jalannya aksi, sebanyak 6.962 personel Polres Metro Jakarta Pusat dikerahkan. Personel disiagakan di sejumlah titik strategis, mulai dari sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga kawasan Patung Arjuna Wiwaha dan Silang Monas. Pengerahan personel tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama aksi berlangsung sekaligus memastikan kegiatan penyampaian pendapat dapat berjalan aman dan tertib. Di sisi lain, pengamanan juga diarahkan untuk menjaga fasilitas publik serta memastikan masyarakat yang tidak mengikuti aksi tetap dapat menjalankan aktivitasnya.

Aksi “Rebut Kemerdekaan” BEM UI menjadi bagian dari dinamika penyampaian aspirasi mahasiswa di tengah berbagai persoalan nasional. Mahasiswa membawa sejumlah isu yang dinilai berkaitan langsung dengan kondisi masyarakat, mulai dari harga kebutuhan pokok, kebijakan anggaran daerah, penanganan bencana, hingga program pemerintah. Demonstrasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa momentum kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui seremoni, tetapi juga sebagai ruang bagi masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk menyampaikan kritik terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Dengan pengamanan yang melibatkan ribuan personel, kepolisian dan massa aksi diharapkan dapat menjalankan perannya masing-masing sehingga penyampaian aspirasi berlangsung tertib, aman, serta tidak mengganggu hak masyarakat lainnya.