Bentrok Pecah di Pejompongan, Massa Lempar Batu dan Bawa Bambu hingga TNI Turun Tangan

Memuat berita

Nasional

Bentrok Pecah di Pejompongan, Massa Lempar Batu dan Bawa Bambu hingga TNI Turun Tangan

Fazlur Rahman · 30 Agustus 2026 · 13:26 WIB · 2 dibaca
Bentrok Pecah di Pejompongan, Massa Lempar Batu dan Bawa Bambu hingga TNI Turun Tangan

Foto: NTV News

Bentrok antara sejumlah massa dan aparat kepolisian kembali terjadi di Jalan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026) pagi. Situasi memanas setelah massa yang belum diketahui identitas maupun asal kelompoknya terlibat aksi saling berhadapan dengan petugas.

Dalam kejadian tersebut, sejumlah orang dari pihak massa terlihat membawa bambu dan melemparkan batu ke arah aparat kepolisian. Aksi tersebut membuat kondisi di sekitar Jalan Pejompongan Raya menjadi tegang dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Kerumunan massa masih berada di sekitar lokasi ketika bentrokan berlangsung. Petugas kepolisian kemudian berupaya mengendalikan situasi agar kericuhan tidak meluas ke kawasan lain.

Selain bentrokan, sejumlah barang juga terlihat dibakar di bantaran rel kereta. Kepulan asap dari pembakaran tersebut menambah situasi tidak kondusif di sekitar lokasi.

Aparat TNI kemudian diterjunkan untuk membantu pengamanan. Kehadiran personel TNI dilakukan sebagai langkah antisipasi guna mencegah terjadinya bentrokan susulan serta menjaga keamanan di kawasan Pejompongan.

Kericuhan ini terjadi sehari setelah aksi demonstrasi besar berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta. Pada Kamis (27/8/2026), ribuan massa turun ke jalan untuk menyampaikan berbagai aspirasi, termasuk tuntutan terkait pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

Setelah aksi di kawasan DPR mulai berakhir, sejumlah massa diketahui bergerak ke beberapa wilayah di Jakarta. Beberapa titik kemudian mengalami ketegangan hingga memasuki Jumat pagi.

Kawasan Pejompongan menjadi salah satu lokasi yang terdampak dinamika tersebut. Bentrokan yang terjadi di jalur tersebut berpotensi mengganggu mobilitas warga, terlebih kawasan Pejompongan merupakan salah satu akses penting menuju sejumlah kawasan perkantoran dan permukiman di Jakarta Pusat.

Petugas terus melakukan pengamanan dan pemantauan terhadap pergerakan massa di sekitar lokasi. Pengamanan ditujukan untuk mencegah konsentrasi massa semakin besar serta menghindari munculnya kericuhan baru.

Masyarakat yang berada di sekitar Jalan Pejompongan Raya diimbau menghindari lokasi bentrokan dan tidak mendekati kerumunan. Pengguna jalan juga diharapkan mengikuti arahan petugas apabila terdapat pengalihan arus lalu lintas.

Situasi di lapangan masih dinamis. Aparat gabungan terus bersiaga untuk memastikan keamanan dan mencegah bentrokan kembali terjadi.

Belum diketahui secara pasti identitas kelompok massa yang terlibat maupun penyebab awal bentrokan. Polisi masih perlu melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengungkap rangkaian kejadian yang menyebabkan situasi di Pejompongan kembali memanas.

Pengamanan diperkuat sebagai langkah untuk mengembalikan kondisi kawasan agar kembali aman dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal. Warga juga diminta tetap tenang serta tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.