BNPB: Korban Meninggal Gempa Flores Bertambah Jadi 53 Orang, Tim SAR Perluas Area Pencarian hingga Kecamatan Reo

Memuat berita

Nasional

BNPB: Korban Meninggal Gempa Flores Bertambah Jadi 53 Orang, Tim SAR Perluas Area Pencarian hingga Kecamatan Reo

Devi Sry Atmaja · 17 Agustus 2026 · 18:55 WIB · 2 dibaca
BNPB: Korban Meninggal Gempa Flores Bertambah Jadi 53 Orang, Tim SAR Perluas Area Pencarian hingga Kecamatan Reo

Foto: Dok. Basarnas

Nusa Tenggara Timur — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, bertambah menjadi 53 orang. Selain itu, sebanyak 137 orang mengalami luka-luka dengan kondisi yang bervariasi, mulai dari luka ringan hingga serius. Data tersebut terus dimutakhirkan seiring berlangsungnya proses pencarian, evakuasi, dan pendataan di lapangan. Gempa kuat yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) pagi menyebabkan kerusakan infrastruktur di sejumlah kabupaten, memaksa ribuan warga mengungsi, serta menimbulkan trauma mendalam bagi masyarakat setempat. Hingga kini, tim gabungan masih bekerja tanpa henti untuk menemukan korban yang belum ditemukan serta memberikan bantuan kepada mereka yang terdampak.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meninjau langsung penanganan korban gempa di RSUD Manggarai. Saat kunjungan tersebut, ia melihat langsung kondisi pasien yang dirawat serta kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi lonjakan korban. Dalam kesempatan itu, Pratikno mengarahkan BNPB untuk segera mendirikan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat penanganan medis bagi korban yang masih membutuhkan perawatan intensif, sekaligus mengurangi beban RSUD Manggarai dan fasilitas kesehatan lainnya yang sudah penuh. Rumah sakit lapangan diharapkan dapat dilengkapi dengan peralatan medis dasar, tenaga kesehatan, serta ruang perawatan sementara agar korban mendapatkan layanan yang lebih optimal di tengah situasi darurat.

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Basarnas, dan sejumlah instansi terkait terus melakukan koordinasi intensif. Selain pencarian korban, fokus penanganan juga diarahkan pada penyediaan logistik, tenda pengungsian, air bersih, makanan, obat-obatan, serta layanan psikososial bagi warga yang terdampak. Ribuan warga masih menempati posko-posko pengungsian di berbagai titik. Banyak di antara mereka kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat gempa. Pemerintah pusat dan daerah berupaya memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi sambil menyiapkan rencana pemulihan jangka menengah. Menko PMK menekankan pentingnya kecepatan, ketepatan, dan sinergi antarlembaga dalam penanganan korban. Ia meminta seluruh pihak terkait bekerja secara terpadu agar dampak bencana dapat diminimalisasi dan proses pemulihan segera berlangsung.